This Author published in this journals
All Journal Al-Qalam
Abdul Kadir M
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAN MEDIA MASSA DALAM MELAKUKAN SOSIALISASIWAWASAN MULTIKULTURALISME (Studi Koran Gorontalo Pos dan Radio Republik Indonesia di Gorontalo) Abdul Kadir M
Al-Qalam Vol 13, No 1 (2007)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.985 KB) | DOI: 10.31969/alq.v13i1.585

Abstract

This research was conducted in Gorontalo. Focus study is GorontaloPos Newspaper and Radio Republik Indonesia (RRI) Gorontalo. Thisresearch aims to describe the role mass media in socializingmulticulturalism idea. This research use qualitative method. Data wascollected by using interview and article searching. Then, analyzed bydescription analysis.This research indicates that the role mass media in socializingmulticulturalism idea is very well. The forms of multiculturalism socializationare news, rubric perception, culture program, entertainmentand religious broadcast. The respond of people to mass media in socializingmulticulturalism, some of them optimism, some of them pessimism
PEMETAAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN Abdul Kadir M
Al-Qalam Vol 14, No 1 (2008)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.506 KB) | DOI: 10.31969/alq.v14i1.521

Abstract

This writing is a research conclusion, that was conducted at severalplaces. They are Manado, Ternate, Jayapura, Makassar, Ambon, Palu,Samarinda, Mamuju, and Kendari. Data was collected using interviewand questioner. Data was analyzed using qualitative description.This study indicates that (1) local government and society support toIslamic school is very good; (2) organization of school is conducted byparticipative; (3) This schools output is very good
INDUSTRI PERTENUNAN ATBM DI KAB. WAJO ( Suatu Studi mengenai Kehidupan Sosial Keagamaan Masyarakat Pengrajin ) Abdul Kadir M
Al-Qalam Vol 2, No 2 (1990)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.913 KB) | DOI: 10.31969/alq.v2i2.675

Abstract

Kabupaten Wajo merupakan suatu daerahyang sudah terkenal sebagai penghasilpertenunan, baik berupa sarung, selendang,bahan baju dan lain-lain. Pertenunan denganAlat Tenun Bukan Mesin (ATBM) adalah suatupotensi usaha yang memberikan sumbanganbesar kepada pemerintah dalam bidang pembangunan.Pelaksanaan pembangunan yangsaat ini memasuki tahun pertama Pelita keLima semakin merata sampai ke pelosokpelosok desa. Masyarakat yang menghunidaerah pedesaan dan pinggiran pinggiran kotatidak terlepas dari sasaran pembangunan.Pemerintah Orde Baru sejak awal Pelitadan dalam Pelita lima memberikan perhatianyang besar dalam pembinaan dan pengembanganindustri kecil, termasuk industri sandang(pertenunan ATBM) dengan terus memberikanbimbingan teknis, bimbingan organisasidan managemen, pembinaan wiraswasta,pemberian kredit dan latihan, bantuan peralatandan bahan baku, bantuan tenaga ahlidan sebagainya, dalam upaya peningkatan taraphidup pengusaha kecil dan pengrajin, memperluaslapangan kerja dan kesempatan berusahaserta meningkatkan ekspor, khususnyaekspor non migas
KERUKUNAN HIDUP UMAT BERAGAMA DI DESA MANJUNG KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN KLATEN JAWA TENGAH Abdul Kadir M
Al-Qalam Vol 4, No 2 (1992)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.318 KB) | DOI: 10.31969/alq.v4i2.648

Abstract

Masalah kehidupan beragama di dalammasyarakat kita merupakan masalah yangsangat peka, bahkan merupakan masalahyang paling peka diantara masalah sosialbudaya lainnya. Sesuatu masalah sosial akanmenjadi ruwet jika masalah tcrsebut menyangkutmasalah agama dan kehidupanbcragama.Dalam kelompok yang dilandasi olehsuatu ajaran agama, keyakinan kcagamaandari anggoia-anggota kelompok menjadikuat dan mantap. (Suparlan, 1988:vi) olehkarena ilu agama yang diyakini olehscscorang anggota kelompok sesuatuagama menjadi atribut dari identitasnyayang mendalam dan mendasar, karenakeyakinan agama terscbut mencakup kehormatandirinya yang tidak dapal dirobahdan diganti begitu saja. Kajian mengenaikerukunan hidup umat beragama sebenarnyaadalah kerukunan sebagaimana tcrwujuddalam incraksi antara umat atau penganutagama yang berlainan yang memilikiidentitas agama yang mendasar dan mendalam.