This Author published in this journals
All Journal Al-Qalam
Saprillah Saprillah
Balai Litbang Agama Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MIGRASI KAUM MUSLIM KE SORONG PAPUA BARAT Migration of Moeslems to Sorong, West Papua Saprillah Saprillah
Al-Qalam Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.263 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i2.119

Abstract

Tidisan ini merupakan resume hasil penelitian tentang Sejarah Islam dan Perubahan Sosial di PapuaBarat, dengan mengambil lokasi penelitian di Kota Sorong. Penelitian dilakukan dengan menggunakanmetode penelitian sejarah sosial. Tulisan ini menunjukkan bahwa kedatangan orang-orang Islam diTanah Papua (Barat) sejak abad ke 15 memberi pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan socialmasyarakat di tanah Papua. Selain karena migran muslim mempercepat proses pembangunan di Papua,kehadiran mereka juga memperkuat posisi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meski demikian,kedatangan migran muslim menyisakan beberapa problem seperti fluktuasi relasi dengan masyarakatlokal, ketegangan antara umat Islam-Kristen yang sewaktu-waktu dapat meledak menjadi kericuhansosial, dan terpinggirkannya masyarakat suku dari tanah mereka sendiri.
ALIRAN PAHAM AGAMA ALLAH ALA PARURU DAENG TAU Saprillah Saprillah
Al-Qalam Vol 18, No 2 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.545 KB) | DOI: 10.31969/alq.v18i2.72

Abstract

AbstrakPenelitian ini adalah studi kasus yang dilakukan sebagai respon atas pemberitaan media massa lokal diSulawesi Selatan tentang seorang lelaki yang bernama Paruru Daeng Tau sedang menyebarkan aliransesat. Tujuan dari penelitian adalah untuk menggambarkan apa yang sesungguhnya dipahami Parurusebagai ajaran Agama Allah. Penelitian ini tidak bermaksud untuk menjadi bagian dari proses "penyesatan "Paruru tetapi untuk menyediakan informasi sedalam mungkin tentang Paruru dan Agama Allah-nya.Secara umum penelitian ini menemukan bahwa Paruru memang telah keluar dari agama lamanya, Islamdan sedang membangun cara pandang agama sendiri yang disebut Agama Allah, agama yang diyakininyasebagai Agama Nabi Adam. Penguasa Alam dalam cara pandang Paruru memiliki struktur (13 struktur)yang dipimpin oleh Allahu Akbar, dan memiliki tatacara peribadatan sendiri dengan bahasa Makassarsebagai bahasa pengantarnya.Kasus Paruru "mungkin" menarik didiskusikan dalam kerangkaperspektif sufistik. Pendekatan sufistikmemberi ruangyang dinamis, tidak hitam-putih, dan tidak tendensius dalam melihat kasus spritualismeyang "nyeleneh" seperti ini. Paruru sedang mengalami kebingungan spritualitas, mendapatkanpengetahuan yang berserakan sehingga perlu mendapatkan penataan spiritual (terutama penataansyariat) dari para pemuka agama.