muhammad purqan nur
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. P PADA NY.S YANG MENGALAMI PENYAKIT HIPERTENSI DENGAN MASALAH KEBUTUHAN RASANYAMAN NYERI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANAMBUNGAN MAKASSAR muhammad purqan nur
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 8, No 2 (2017): Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.381 KB) | DOI: 10.32382/jmk.v8i2.963

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Kejadian hipertensi yang meningkat setiap tahun mengindikasikan bahwa hipertensi perlu dan harus segera ditangani. Fenomena ini perlu ditangani lebih lanjut, demikian juga angka yang relatif sangat rendah. Apabila Penderita hipertensi, tidak ditangani dengan baik, akan mempunyai risiko besar untuk meninggal karena komplikasi kardiovaskular seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan gagal ginjal. Penyakit ini menjadi salah satu masalah utama dalam ranah kesehatan masyarakatdi indonesia maupun duniaTujuan : Memperoleh hasil penerapan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dalam pemenuhan kebutuhan rasa yaman nyeri.Metode: Menggunakan tekhnik wawancara dan observasi  Hasil  : Bedasarkan hasil pengkajian didapatkan keluhan nyeri pada kepala yang dirasakan seperti tertusuk-tusuk dengan skala nyeri 5, nyeri hilang timbul, setelah dilakukan pemeriksaan tekanan darah didapatkan hasil 160/100 mmHg. Setelah dilakukan pengkajian maka dilakukan skoring untuk menentukan masalah utama, dan diapatkan bahwa masalah utamnya adalah gangguan rasa nyaman nyeri. Intervensi ditentukan berdasarkan masalah kemudian melakukan tindakan keperawatan berdasarkan rencana yang telah ditetapkan. Implementasi dilaksanakan selama tiga hari dan didapat kan hasil pada akhir bahwa klien masih merasakan nyeri namun sudah berkurang dengan skala nyeri ringan (3). Kata kunci : Asuhan Keperawatan Keluarga, Hipertensi, gangguan rasa nyaman nyeri.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PERAWATAN BAYI BARU LAHIR TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU IBU DALAM MERAWAT BAYI BARU LAHIR YANG DIRAWAT GABUNG DI RSUD LABUANG BAJI KOTA MAKASSAR Muhammad Purqan Nur
Jurnal Mitrasehat Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v7i2.233

Abstract

Dari data yang diperoleh di RSU Labuang Baji Makassar Periode Januari 2009 sampai dengan Nopember 2009, jumlah ibu yang melahirkan (ibu primipara) sebanyak 531 orang dan berdasarkan hasil wawancara terhadap beberapa perawat mengatakan bahwa ibu postpartum terutama ibu yang baru pertamakali melahirkan (primipara) di ruang perawatan bayi kurang memperhatikan tentang cara perawatan bayi karena pengetahuan tentang cara perawatan bayi yang masih terbatas. Maka dari itu, pemberian pendidikan kesehatan terhadap ibu, khususnya ibu yang baru pertama kali melahirkan untuk peningkatan pengetahuan dan perilaku ibu dalam merawat bayi sangat penting dilakukan.Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Pre-eksperimental dengan one group pretest-postest design yaitu penelitian yang menggunakan satu kelompok subyek, pengukuran dilakukan sebelum dan setelah pemberian perlakukan pada subyek, Populasi adalah semua ibu primipara yang melahirkan normal di RSU Labuang Baji Makassar, sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan total sampling yaitu sebanyak 42 ibu primipara yang telah memenuhi kriteria di RSU Labuang Baji Makassar.Hasil analisis uji T-Test diperoleh nilai signifikan P = 0,000 dimana p < α (0,05). Ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu primipara dalam merawat bayi baru lahir, Dengan analisis uji T-Test diperoleh nilai signifikan P = 0,000 dimana p < α (0,05). Ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku ibu primipara dalam merawat bayi baru lahirBagi instansi rumah sakit agar menggalakkan pemberian pendidikan kesehatan / informasi awal tentang bagaimana merawat bayi baru lahir terutama pada masa pemeriksaan kehamilan.
Kelompok Dukungan Sebaya: Media Efektif Pencegahan HIV Pada Remaja Tati Sumiati; Tutik Lestari; Muhammad Rivai; Suryadi M Ali; Israini Suriati; Muhammad Purqan Nur
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan (JPIK) Vol. 4 No. 2 (2025): JPIK - Desember 2025 Volume 4 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Alifah Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jpik.v4i2.120

Abstract

Peer support groups are an effective strategy in increasing knowledge, attitudes, and awareness of HIV prevention among adolescents. Health messages conveyed between adolescents are more easily accepted because they have strong social relationships and trust with each other. This activity aims to implement effective communication in peer support groups so that they can become pioneers of healthy behavior in the school environment. The implementation of this activity is a collaboration with the KPA Ternate City, the location of the activity at SMP Negeri 6 Ternate City on Friday, December 5, 2025. The method used was role-playing and discussion. Participants were representatives of junior high school students in Ternate City, the number of participants was 42 people consisting of 76.2% female, the largest age was 14 years (45.2%), the youngest age was 12 years and the oldest age was 15 years. All were 7th grade students. The results of the role-playing activity showed that 4 groups were able to practice the role of peer agents, formulating mini-dramas based on predetermined themes. Based on the mini drama script and discussion, it was seen that participants were able to explain the impact of HIV on adolescents, issues of healthy interpersonal relationships including issues of stigma and discrimination, healthy communication about sexuality and relationships, and the role of adolescents as peer educators.