Amiruddin Amiruddin
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

INDEKS INTEGRITAS PESERTA DIDIK PADA JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH DI PROVINSI MALUKU Amiruddin Amiruddin
EDUCANDUM Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/educandum.v6i2.403

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif, dengan menggunakan pendekatan survey untuk mengukur indeks integritas peserta didik pada jenjang pendidikan menengah (SMA/MA), pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada peserta didik. Masalah penelitian ini adalah “Seberapa besar Indeks Integritas Peserta Didik. Indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat integritas peserta didik meliputi dimensi integritas kejujuran, tanggungjawab, toleransi, dan cinta tanah air. Lokasi penelitian dilakukan pada 6 Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku dengan jumlah sampel sekolah sebanyak 160 yang terdiri dari jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 12 sekolah, dan jenjang Madrasah Aliyah sebanyak 4 madrasah. Unit observasi sampel adalah peserta didik, dimana setiap sekolah terlebih dahulu dilakukan listing atau pendaftaran nama-nama peserta didik kelas 11. Dari daftar listing tersebut akan diurutkan berdasarkan banyaknya siswa kelas 11 di masing-masing sekolah, dan selanjutnya ditarik sampel 10 peserta didik secara sistematik sampling. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa secara umum tingkat integritas peserta didik terhadap 4 dimensi integritas yang menjadi tolok ukur yaitu; kejujuran, kemandirian, cinta tanah air, dan tanggungjawab berada pada kategori “sangat tinggi” dengan nilai agregat 80.23. Dimensi integritas cinta tanah air menempati posisi paling tinggi tingkat integritasnya, yaitu 94.3 (sangat tinggi), selanjutnya integritas terhadap dimensi toleransi menempati urutan kedua dengan skor 79.6 (sangat tinggi), sedangkan untuk integritas pada dimensi tanggung jawab dan kejujuran masih pada kategori tinggi dengan skor 74.6 dan 72.4.
KESIAPAN MADRASAH MENGHADAPI PEMBELAJARAN TATAP MUKA TAHUN 2021 DI MASA PANDEMI COVID-19 Amiruddin Amiruddin
EDUCANDUM Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian mengenai Kesiapan Madrasah Menghadapi Pembelajaran tatap muka di masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021. Penelitian ini adalah penelitian fact finding untuk menelusuri fakta lapangan terkait SKB 4 Menteri tentang pedoman pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Masalah penelitian bagaimana kesiapan madrasah menghadapi pembelajaran tatap muka tahun 2021 di masa pandemi covid-19. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan Observasi terhadap pengelola madrasah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa walaupun secara legal formal dalam konteks Kota Makassar belum terbit surat edaran secara resmi, namun lembaga pendidikantermasuk madrasah telah meresponi dengan melakukan berbagai persiapan. Dari tiga (3) Madrasah Aliyah Negeri sebagai Lokus penelitian ini yaitu MAN 1, 2, dan 3 Kota Makassar, semuanya telah melakukan persiapan dengan melengkapi semua sarana dan prasarana yang menjadi kewajiban protokol kesehatan mulai dari penyediaan wastafel (tempat cuci tangan) di halaman sekolah dan di setiap ruang kelas, alat pengukur suhu, hand sanitizer, disinfektan, dan masker kesehatan. Begitupun dengan kesiapan dalam proses pembelajaran tatap muka pihak madrasah juga telah melakukan inovasi dan strategi pada masing-masing madrasah. Pada umumnya madrasah untuk kepentingan protokol kesehatan dengan menjaga jarak maka setiap kelas akan di bagi menjadi dua kelas dengan jumlah siswa juga di bagi dua. Dan proses pembelajaran di bagi menjadi dua sesi. Keterlibatan komite madrasah juga ikut andil dan berkontribusi dalam penyediaan sarana yang di butuhkan oleh madrasah. Wujud kontribusi yang diberikan dengan menyediakan wastafel (tempat cucitangan). Komite madrasah juga berpartisipasi dalam membangun komunikasi dengan orang tua siswa, mendata dan memberikan pemahaman tentang rencana pembelajaran tatap muka di masa pandemi covid-19.