This Author published in this journals
All Journal Al-Qalam
aziz albone
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FIGUR TOKOH DARI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS I UJUNGPANDANG aziz albone
Al-Qalam Vol 6, No 2 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.873 KB) | DOI: 10.31969/alq.v6i2.624

Abstract

Dari banyak kasus pelanggaran normaatau hukum yang dilakukan seseorangpada dasarnya terjadi pada saat dirinyatidak mampu menahan dirinya yang beradadi luar kontrol. Pada saat itulah terjadipelanggaran, kemudian masyarakat menganggapdirinya sesat, keluar dari normayang dianut masyarakat, artinya dirinyadianggap telah menyimpang dari tataaturan masyarakatnya. Pada hal yangmenjadi dirinya menyimpang dari tataaturan / norma tersebut pada dasarnyalingkungan masyarakatnya. Apalagimenurut Alqur'an manusia diciptakan AllahSWT mempunyai dua kecenderunganyaitu kepada kejahatan (fasiq) dan kepadakebaikan (taqwa). (Alqur'an 19 : 8 ).Kedua kecenderungan itu akan berkembangsesuai kesempatan yang diberikanlingkungan sosialnya. Bila kesempatanyang diberikan lingkungan lebih besarkepada kejahatan maka potensi jahat akanberkembang. Sebaliknya bila kesempatanyang diberikan lingkungan lebih besarkepada yang baik maka potensi kebaikanakan lebih berkembang.
KERUKUNAN BERAGAMA (STUDI TENTANG PERAN "HUHU KEBIE" SEBAGAI SARANA INTEGRASI DI PULAU SABU NTT) aziz albone
Al-Qalam Vol 5, No 1 (1993)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.582 KB) | DOI: 10.31969/alq.v5i1.634

Abstract

Bumi Indonesia terkcnal scbagai ternpatpertemuan agama-agama besar dansccara resmi diakui keberadaannya di Indonesia,sepcrti Islam, Kristen, Protestan,Katholik, Hindu dan Budha. Disampingagama- agama resmi, di Pulau Sabu yangmenjadi sasaran penelitian ini tcrdapatagama lokal yang disebut "Jingitin" (Halaik).Kehadiran agama-agama besar, tidakhanya mempengaruhi kedudukan agamaasl i, te-tapi juga mcnimbulkan kctegangankctegangandidalammasyarakat.Bagi ketigaagama, yaitu Islam, Hindu dan Budha, tidakhanya bergcrak dibidang spiritual, teapidalam bidang politik (kenegaraan). Bagimcrcka sccara prinsip, agama identikdengan ncgara. Hal demikian tcrwujuddalam scjarah Nusanlaradengan berdirinyakcrajaan Hindu, Budha dan Islam. DalamNcgara RI mcrdeka, agama sebagai sumberkctcgangan dan pcrselisihan agak dapatd i rcdakan dengan di terim anya Pancasi 1 a danUUD 1945, dimana prinsip kebesaran bcragamaditetapkan menjadi hukum ncgara.Namun demikian, hal itu tidak berarti kcricuhantidak terjadi sama sekali. Walaupunumat agama-agamabesar hidup bcrdampingandalam masyarakat yang sama, harusdiakui bahwa jarak jiwa sosial dari golonganyang satu dengan yang lain, scbclumtahun 1965-an cukupjauh. Agamaagamaitu saling mcnulup diri, masingmasinghidup dalam dunianya sendiri.Komunikasi terbatas pada hubungan urusanhidup sehari-hari tidak pemah ada pcrgaulanantarapemcluk-pcmulukitu sebagaiumat bcragama ang baik. Keadaan sepcrtiitu penyebab dari keresahan-keresahantcrscbut di atas (Hendropuspito, 1984 :188 - 189).