This Author published in this journals
All Journal Al-Qalam
Muslimin AR Effendy
Jurusan Ilmu Sejarah Fakutas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DISKURSUS ISLAM DAN KARAKTER POLITIK NEGARA DI KESULTANAN BIMA Muslimin AR Effendy
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.632 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.429

Abstract

Seiring dengan berlangsungnya proses islamisasi di sebagian besar kerajaan di Pulau Sumbawa pada awal ke-17, maka muncul gagasan politik baru dari para penguasa negara untuk mengintegrasikan tradisi Islam agar mereka dipandang sebagai “bagian dari dunia Islam” (dar-al Islam). Modus integrasi dan klaim sebagai negara yang berbasis pada ideologi Islam ini mendorong para raja bertindak lebih ambisius lewat kebijakan politik kenegaraan yang ofensif. Selama proses “pengislaman” ini berlangsung, terjadi pula aktivitas perdagangan, politik dan budaya yang sejak awal  memang menjadi bagian dari sistem kekuasaan kerajaan. Di abad ke-17 Islam di Pulau Sumbawa mengalami perkembangan sangat berarti. Kerajaan-kerajaan seperti Bima, Dompu, Sumbawa, Tambora, Sanggar, dan Pekat tumbuh dan bersaing menjadi negara baru. Bima dan Sumbawa misalnya, sering mengklaim dirinya sebagai pusat kekuasaan yang kemudian menjadi basis perkembangan intelektual dan budaya muslim di Nusa Tenggara. 
REVEALING THE STRUGGLE OF THOUGHT AND ISLAMIC DISSEMINATION OF THE ULAMA IN SOUTH SULAWESI Muslimin AR Effendy
Al-Qalam Vol 28, No 1 (2022)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v28i1.1048

Abstract

Studi ini memusatkan perhatian kepada peran ulama di Jeneponto dan Bantaeng Sulawesi Selatan dalam mengembangankan jejaring, tradisi dan wacana intelektual keulamaan di Sulawesi Selatan. Untuk mengembangkan “pengajian” sebagai modal dasar  dari sistem pengajaran dan dakwah para ulama menuangkan ide dan pemikirannya dalam majelis ilmu. Laku ini merupakan bagian dari interrnalisasi pendidikan yang berkembang melampui ruang karir keulamaannya. Tak sedikit pula para ulama menuliskan gagasan keagamaan, praktik kehidupan bernegara, dan permenungan lewat karya yang kemudian menjadi bacaan penting dalam proses pembentukkan sistem nilai, sistem kelembagaan, dan perilaku masyarakat. Forum mangaji adalah momen paling penting bagi khalayak untuk belajar, memperluas cakrawala pemahaman keagamaan dari sang ulama.Tulisan ini difokuskan untuk menerangkan dua masalah pokok, yaitu; (1). Bagaimana wacana intelektual keagamaan ulama berfungsi membangun jaringan koneksitas dan membentuk tradisi keislaman  dalam lingkungan yang heterogen, dan (2). Bagaimana peran ulama dalam penguatan pemikiran Islam di Jeneponto dan Bantaeng Sulawesi Selatan pada 1900-1950?