Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SISTEM KEKERABATAN ORANG BUGIS DI SULAWESI SELATAN (SUATU ANALISIS ANTROPOLOGI - SOSIAL) Eliza Meiyani
Al-Qalam Vol 16, No 2 (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.336 KB) | DOI: 10.31969/alq.v16i2.484

Abstract

Sistem kekerabatan masyarakat Bugis Bone memiliki struktur bati na wija sebagai pranata sosial yangmenjadi wadah pembentukan knalitas masyarakat untuk mendukung sistem sosial dan sistem budayamasyarakat yang harmonis. Masyarakat Bugis Bone sejak dahulu telah menjadikan bati na wija sebagaisarana yang membentuk sistem pemerintahan efektif dan efisien. Membantu pemimpin dan pemukamasyarakat yang berkualitas dan mampu menjadi pioner dalam membangun sistem kerajaan yang besaryaitu kerajaan Bone, Kerajaan Gowa dan Kerajaan Luwu. Namun, saat ini peran wija na bati mulaitergeser berangsur-angsur ke pembentukan kualitas individual, masyarakat dan pemimpin padapendidikan dan harta benda menjadi tolak ukur. Bergesernya peran wija na bati tersebut sebagai akibatlemahnya ketahanan budaya orang Bugis-Bone untuk menjadikannya sebagai sarana pembentukankualitas individual, kemimpinan dan kualitas masyarakat. Peranan sistem kekerabatan yang menyimpannilai-nilai kekerabatan yang dianut pada masa lalu tidak lagi menjadi sarana yang efektif membentukstruktur sosial masyarakat Bugis- Bone yang harmonis. Meskipun demikian, mash ada sebagian kecilkelompok masyarakat Bugis-Bone yang masih konsisten menggunakan nilai-nilai kekerabatan sebagaisarana pembentukan kualitas individual, pemimpin dan masyarakat, teruma pada daerah-daerah yangmasih terdapat orang-orang yang menjunjung tinggi tradisi budaya masyarakat Bugis-Bone yang diyakinisebagai tradisi yang sudah dianut oleh para pendahulunya.
COMPARATIVE ANALYSIS PRACTICES OF POLITICAL STABILITY IMPLEMENTATION IN SOUTHEAST ASIA Eliza Meiyani; Delila Putri Sadayi; Fadhil Hayan Mochammad
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 1 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i1.2545

Abstract

Stability is a condition of a system whose components tend to fall into, or return to, an established relationship. Stability is the same as the absence of fundamental or chaotic changes in a political system, or changes that occur within agreed or predetermined boundaries. Development requires security and stability. The development itself must also include security and stability, even the development of security and stability is carried out together with development in other fields. This study uses descriptive qualitative methods, with data collection techniques in the form of literature studies by looking at previous studies, as well as online news as a supporting source. From the data obtained, it will be processed by linking it with the theories that have been previously designed. The approach to political stability as a form of government resilience can be seen from the government management system related to the economy, social, and state security, thus creating political stability in it. Singapore's government tends to have good governance so that it affects the level of the economy and the stability of the country itself, in contrast to Thailand and Myanmar which have a fluctuating index. Especially Myanmar, which has the smallest index for 10 years below the index of 20. This is influenced by the leadershipofr of the warring parties so that it has an impact on coups that often occur.