Islamiyati
Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENEGAKAN HUKUM PERKAWINAN ISLAM MELALUI YURISPRUDENSI MAHKAMAH AGUNG Islamiyati; Ahmad Rofiq; Rofah Setyowati; Achmad Arief Budiman
Majalah Hukum Nasional Vol. 48 No. 2 (2018): Majalah Hukum Nasional Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan HAM RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.234 KB) | DOI: 10.33331/mhn.v48i2.104

Abstract

Yurisprudensi hakim Mahkamah Agung (MA) diperlukan untuk menemukan hukum dibalik aturan perundangan yang ada, semua itu dilakukan untuk menegakkan keadilan. Hal inilah yang memunculkan masalah hukum, karena hakim tidak mendasarkan bunyi teks perundangan. Permasalahan dalam penelitian adalah apakah yurisprudensi MA dapat menegakkan hukum perkawinan Islam di Indonesia?, dan sejauhmanakah penegakan hukumnya? Tujuannya untuk menjelaskan dan menganalisis yurisprudensi MA dalam penegakan hukum Islam perkawinan di Indonesia. Manfaatnya dapat diketahui sejauhmanakah yurisprudensi Mahkamah Agung dapat menegakkan hukum Islam di Indonesia. Jenis penelitian library research, metode pendekatannya yuridis normatif, sumber datanya skunder yang meliputi bahan hukum primer, sekunder dan tersier, dan data dianalisis kualitatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa yurisprudensi MA adalah salah satu produk pemikiran hukum Islam yang berasal dari lembaga peradilan, hakim memegang peranan sangat penting dalam menegakkan hukum perkawinan Islam karena hakim tidak terlepas dari ijtihad untuk menemukan hukum melalui pemahaman dan pemaknaan serta penafsiran teks UU. Batasan diperbolehkan berijtihad pada masalah dhanny. Tolak ukur yang digunakan adalah sejauhmana yurispudensi dapat mendatangkan kemashlahatan, kebahagiaan dan keadilan. Menurut hukum Islam kemashlahatan harus sesuai dengan tujuan ditetapkannya hukum Islam (maqashid tasyri’), yakni harus dapat memelihara agama, nyawa, akal, harta dan keturunan.
Cross-Jurisdictional Reporting Standards for Cash Waqf: A Comparative Normative Legal Study of Indonesia and Malaysia Bagas Heradhyaksa; Nur Khoirin; Mustla Sofyan Tasfiq; Ahmad Wahyudi; Islamiyati; Wawaysadhya
El-Mashlahah Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic Institute (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/el-mashlahah.v16i1.9143

Abstract

Cash waqf holds real promise for Islamic social finance. Its potential, however, has not been matched by equally reliable governance. This study fills that gap by conducting a comparative normative analysis of reporting obligations and transparency standards in cash waqf governance across Indonesia and Malaysia. It proposes a cross-jurisdictional minimum standard that can serve both institutional models without displacing either. This study adopts a doctrinal (normative) legal approach with a comparative method, analysing Indonesia’s legal instruments and the enactments of Malaysian states, as well as the concepts of accountability, transparency, and good governance. The findings show that while both countries recognize reporting as a governance instrument to ensure accountability, there are differences in institutional design and standardization. Indonesia applies an integrated system with reporting obligations from nazhir and LKS-PWU, but there is a risk of fragmentation without standardized publication formats. In contrast, Malaysia employs a state-based system, where SIRC/MAIN centralizes reporting obligations, but variations across states could reduce comparability and uniform minimum disclosure. This normative contribution advances the discourse on Islamic waqf governance by offering an actionable minimum standard that bridges two divergent institutional models, centralized national regimes and decentralized state-based systems, thereby filling a critical gap in cross-jurisdictional waqf governance scholarship.