Tulisan ini bertujuan untuk menemukan daya tarik yang menjadi aspek membuat orang datang ke Kampung Inggris Pare untuk belajar bahasa sementara ada banyak tempat belajar bahasa selain Pare. Temuan dari penelitian ini menjadi signifikan karena dapat dijadikan acuan untuk mengambil pertimbangan dalam bidang pendidikan, khususnya bahasa. Dengan mengetahui hasil penelitian maka kita mengerti apa yang membuat orang datang belajar bahasa dan mengerti harus berbuat apa. Penelitian dilakukan dengan metode etnografi selama enam bulan, Januari-Juni 2020. Pengambilan data dilakukan dari sumber primer dan sekunder. Data primer yang adalah data langsung dari sumber diperoleh dengan metode kualitatif dengan berada di lapangan menggunakan field note dan melakukan wawancara. Data sekunder yang adalah data jadi, seperti: brosur, jurnal, buku, dll, menggunakan studi kepustakaan. Setelah data terkumpul dilakukan reduksi, yaitu pemilahan data relevan dan tidak relevan. Setelah data relevan diperoleh, dilakukan display data, yaitu penyajian/pengelompokan menurut bagian dalam tema-tema. Unsur tema tersebut selanjutnya diolah dengan pendekatan etnografi realis. Yaitu pemaparan obyektif berdasarkan informasi langsung yang kemudian diakhiri dengan kesimpulan. Dari penelitian diketahui faktor yang menjadi daya tarik Pare sebagai tujuan pembelajaran bahasa yaitu: untuk studi, mencari beasiswa, dan sebagai persinggahan. Selain itu, diketahui juga bahwa selain bahasa Inggris ada unsur lain yaitu terdapat pelajaran bahasa Arab, Mandarin, Jepang, Jerman dan bahasa Belanda. Lebih lanjut, terdapat bimbingan belajar/potensi akademik untuk persiapan ke perguruan tinggi dan calon pegawai negeri sipil/kerja. Ditemukan juga bahwa sisi spiritualitas terakomodir di Pare, tidak hanya untuk Islam, tapi juga untuk Kristen. Hal ini membuat Pare memiliki hal-hal yang menjadi daya tarik tersendiri. Ia bukan sebatas bahasa Inggris dan sebatas belajar bahasa.