Awang Ruswandi
Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI)

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

AS, Perang, dan Kebebasan Pers Ruswandi, Awang
Mediator Vol 3, No 1 (2002)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perang ternyata telah membawa AS kepada satu situasi yang buruk bagi kebebasan persnya, Meski kebebasan media massa AS dilindungi the First Amendment, namun pada pelaksanaannya di lapangan, praktik- praktik pengingkaran terhadap nilai-nilai kebebasan, tetap saja berlangsung. Kebebasan yang selalu menjadi acuan media, tampaknya tak lagi kebal terhadap tekanan pemerintah. Kebebasan yang kerap didengungkan itu nyatanya tak berkutik ketika berhadapan dengan kasus-kasus yang menyangkut eksistensi pemerintah dan kerahasiaan negara.
Menakar Kadar Kebebasan Pers Indonesia Ruswandi, Awang
Mediator Vol 5, No 2 (2004)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan transisi politik di Indonesia yang ditandai dengan pergantian kekuasaan ke arah yang lebih demokratis, muncul pertanyaan sampai sejauh mana kadar kebebasan yang telah dinikmati pers bisa diukur? Ini mengingat bahwa salah satu pilar penting tumbuhnyanegara atau masyarakat yang demokratis itu adalah adanya kebebasan pers. Dalam sektor publik, harus diakui bahwa masyarakat Indonesia sedang menuju kehidupan yang semakin demokratis. Namun, dalam sektor pers, ternyata agak berbeda arahnya. Pengalaman empirik selama enam tahun menunjukkan bahwa kebebasan politik belum cukup untuk membawa kehidupan pers yang lebih bebas. Beberapa kasus menunjukkan pers di Indonesia justru lagilagi mengalami ancaman. Ancaman itu muncul dari berbagai kekuatan politik atau ekonomi.
Perubahan Format dan Desain Surat Kabar Indonesia dalam Perspektif “McJournalism” Ruswandi, Awang
Mediator Vol 7, No 2 (2006): Bagaimana Kita Menafsirkan Komunikasi Pembangunan?
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The changing of newspapers format and design in Indonesia become a prominence phenomenon in recent times. When Kompas, a national leading newspaper in Indonesia, changed its format and design, it was sufficiently enough to claim that McJournalism phenomenon started to appear in Indonesia. McJournalism, adopted by Bob Franklin from Ritzer’s famous term “McDonaldization,” consisted of four characteristic: efficiency, calculability, predictability, and control. An analysis to such changes on some Indonesian major newspaper formats and designs have proven that the policy led also to the changing of mechanisms and working routines in those newspapers as well.
Commodification, Spatialization, and Structuration in Collaboration Between Local Media and Local Government in West Java Ruswandi, Awang
JURNAL KOMUNIKASI INDONESIA Vol. 14, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the era of local government autonomy and decentralization, numerous collaborations have emerged between local governments and local media, particularly in reporting government activities. Utilizing Vincent Mosco's political economy of communication framework, this study aims to elucidate the power relations manifested through commodification, specialization, and structuration between local media and government. This qualitative case study gathers data through in-depth interviews. Findings reveal that local government media cooperation funds serve as a mechanism to secure special coverage spaces with positive content about governmental activities, not in the form of advertising or advertorial, but in the form of news. While financially beneficial for both entities, these collaborations compromise journalistic integrity. Local media face censorship, framing, reprimands, and potential contract terminations, effectively granting local governments control over editorial processes and content. Consequently, local media are hindered in their ability to critically oversee governmental actions, posing significant challenges to media freedom—a fundamental pillar of democracy.