Abd Rahman
Program Studi PPKn Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui osis dalam mencegah perilaku Membolos di SMP Negeri 5 Pagimana Kabupaten Banggai Abd Rahman
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/citizenship.v9i1.5188

Abstract

Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Osis Dalam Mencegah Perilaku Membolos Di SMP Negeri 5 Pagimana Kabupaten Banggai.. Penelitian 2017Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Osis Dalam Mencegah Perilaku Membolos Di SMP Negeri 5 Pagimana Kabupaten Banggai. Pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan yang menjadi subjek penelitian adalah kepala sekolah, Guru PPKn dan Peserta Didik/Osis SMP Negeri 5 Pagimana.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Osis Dalam Mencegah Perilaku Membolos Di SMP Negeri 5 Pagimana Kabupaten Banggai sudah dijalankan dengan baik dan optimal akan tetapi perlu dikembangkan lagi dalam proses pencegahan perilaku membolos peserta didik di SMP Negeri 5 Pagimana Kabupaten Banggai, yang harus perlu diperhatikan dalam mencegah perilaku membolos adalah a) Berdo’a sebelum pembelajaran dimulai dan bersyukur setelah menyelesaikan tugas-tugas belajar, dengan kata lain peserta didik perlu dibiasakan untuk mengingat dan melaksanakan ajaran-Nya, b) Perserta didik diberikan ruang untuk berinteraksi dengan guru dan teman-temannya, mereka diberikan perlakukan yang adil yaitu perlakuan yang sama dengan yang lainnya, guru menjamin tidak terjadi intimidasi serta ada kegiatan kerja kelompok sebagai wadah dalam menciptakan kegitan tolong menolong dalam menyelesaikan masalah, dan wadah dalam menunjukkan sikap saling menghormati, c) harus dibiasakan dalam kehidupan nyata, termasuk dalam proses belajar mengajar di sekolah, yang harus dilakukan oleh pihak sekolah dalam menjalankan tata tertib sekolah adalah semua unsur harus berkerja sama dengan baik, dan pihak sekolah juga harus selalu melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya membina perilaku peserta didik, misalnya kagiatan Perjusami dan kegiatan Extrakulikuler (Pengembangan Diri), d) memberikan penghargaan kepada peserta didik untuk memiliki dedikasi yang baik dilingkungan sekolah maupun didalam ruang kelas. Hanya saja dalam pemberikan hadiah atau penghargaan harus dilihat dengan kondisi keungan sekolah, dan e) Peserta didik harus selalu diberikan pembinaan agar dalam berperilaku selalu menanamkan nilai-nilai yang baik, sehingga peserta didik selalu mendapatkan perilaku yang baik dari pihak manapun.
PERANAN GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN MORAL PESERTA DIDIK Abd Rahman
Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2019): Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan, Oktober 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.535 KB) | DOI: 10.53090/jlinear.v3i2.139

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan guru pendidikan kewarganegaraan dalam mengembangkan kecerdasan moral peserta didik di SMP Negeri 1 Banggai Selatan kecamatan Banggai Selatan kabupaten Banggai Laut. Dengan memilih metode kualitatif, dan subjek kepala sekolah, guru dan peserta didik, teknik pengumpulan data diambil dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi dan diperoleh data penelitian dan hasil analisisnya bahwa terjadi pengembangan kecerdasan moral peserta didik di SMP Negeri 1 Banggai Selatan. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa Guru PPPKn SMP Negeri 1 Banggai Selatan berperan aktif dalam mengembangkan kecerdasan moral peserta didik yaitu dengan mengintegrasikan penanaman nilai-nilai kecerdasan moral dalam proses pembelajaran, membahas materi pelajaran dan mengaitkan dengan nilai kecerdasan moral, mendorong mengkuti kegiatan ekstra kurikuler dan memberi contoh atau model tentang orang yang memiliki nilai-nilai kecerdasan moral. Disarankan agar pengembangan kecerdasan moral peserta didik tidak hanya dilakukan oleh guru PPPKn, namun juga dapat dilakukan oleh guru maata peljaran lain, sehingga tujuan pendidikan pada aspek apekif dapat terwujud.