Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Hubungan Antara Kesehatan Rongga Mulut Dengan Keparahan COVID-19 Herlambang Prehananto
Madaniya Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.169

Abstract

COVID-19 pertamakali ditemukan pada akhir tahun 2019 yang sampai sekarang masih menjadi pandemi. Beberapa faktor resiko dari kasus ini seperti lansia, laki-laki, hipertensi, diabetes, dan obestitas ditemukan kasus kematian, hal ini dikarenakan meningkatnya kejadian pneumonia dan berefek terjadi Acute Respiratory Distress Syndrome (ADRS). Kesehatan rongga mulut erat hubungannya dengan kondisi sistemik pasien. Kesehatan rongga mulut yang buruk bisa menyebabkan keparahan kondisi umum pada pasien COVID-19, bakteri di rongga mulut yang masuk kedalam paru-paru dicurigai menjadi penyebab meningkatnya keparahan dari kasus COVID-19. Dengan meningkatkan kesehatan rongga mulut akan menurunkan keparahan dari COVID-19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan ceramah tentang hubungan antara kesehatan rongga mulut dengan keparahan COVID-19 secara dalam jaringan (daring) dengan target kegiatan untuk Dokter Gigi dan Mahasiswa Kedokteran Gigi seluruh Indonesia. Untuk memudahkan pelaksanaan digunakan media berupa powerpoint untuk dipaparkan pada semua peserta seminar. Dari hasil kegiatan ini diharapkan bisa menambah wawasan terkait keparahan COVID-19 yang disebabkan kebersihan rongga mulut yang buruk kepada peserta.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN KEMANGI DALAM MENINGKATKAN JUMLAH FIBROBLAS PADA TRAUMATIK ULSER Herlambang Prehananto; Vivien Dwi Purnamasari; Nisa Yuliastri
Bhakta Dental Journal Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi IIK Bhakti Wiyata, Kediri.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Traumatik ulser dapat disebabkan oleh trauma fisik atau kimiawi, dengan hilangnya lapisan epitelium hingga melebihi membarana basalis dan sampai mengenai lamina propria. Salah satu tanaman yang memiliki khasiat sebagai antiinflamasi adalah daun kemangi (Ocimum sanctum L.). Kandungan kimia pada daun kemangi yang berperan sebagai antiinflamasi adalah flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L.) 0,5% , 1% dan 1,5% terhadap jumlah sel fibroblas pada penyembuhan traumatik ulser Rattus norvegicus secara in vivo. Metode : Eksperimental laboratoris dengan desain penelitian post test only control group design. Sampel menggunakan hewan coba tikus putih Rattus norvegicus strain Wistar jantan dan gel ekstrak daun kemangi yang diekstraksi dengan pelarut etanol 96% menggunakan metode maserasi dengan konsentrasi 0,5% , 1% dan 1,5%. Analisis data menggunakan uji One Way Annova dan dilanjutkan menggunakan uji Tukey Honestly Significance Difference (HSD). Hasil : Uji One Way Annova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai signifikansi p < 0,05. Uji Tukey HSD menunjukakan terdapat perbedaan signifikan pada setiap kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kesimpulan : Pemberian ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L.) 0,5% , 1% , 1,5% berpengaruh meningkatkan jumlah sel fibroblas dalam penyembuhan traumatik ulser in vivo Rattus norvegicus.
Studi In Vitro Perbandingan Potensi Antijamur Ekstrak Daun Mangga Podang (Mangifera indica L.) Dengan Nistatin Terhadap Pertumbuhan Jamur (Candida albicans) Sawitri Dwi Indah Pertami; Ernita Sari; Bambang Sumaryono; Niswatun Chasanah; Herlambang Prehananto; Endah Kusumastuti; Siti Nurhaliza
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.766

Abstract

Infeksi jamur pada rongga mulut yang sering terjadi adalah oral candidiasis akibat infeksi Candida albicans. Obat antijamur oral candidiasis yang umum digunakan adalah nistatin. Penggunaan nistatin jangka panjang dapat memicu terjadinya resistensi sehingga diperlukan pengembangan penelitian tentang bahan herbal yang dapat digunakan sebagai alternatif terapi antijamur, salah satunya daun mangga. Daun mangga memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan fenol yang dapat berperan sebagai antimikroba. Mangga podang (Mangifera indica L.)merupakan salah satu jenis komoditas mangga unggulan dari Kabupaten Kediri. Tujuan Penelitian: Untuk membandingkan potensi antijamur ekstrak daun mangga podang (Mangifera indica L.) dengan nistatin terhadap pertumbuhan Candida albicans. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian Experimental Laboratories dengan Post Test Only Control Group Design. Penelitian ini menggunakan metode dilusi dengan jumlah sampel sebanyak 8 sampel, yaitu konsentrasi 3,125%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, 100%, nistatin dan kontrol negatif (aquadest) dengan replikasi 3 kali. Data penelitian dianalisis statistik menggunakan uji non parametrik Kruskal Wallis. Hasil: Pada konsentrasi 25%, 50%, 100%, dan nistatin tidak terdapat pertumbuhan Candida albicans, sedangkan pada kelompok lain tampak adanya pertumbuhan Candida albicans dengan nilai rerata jumlah koloni (CFU/ml) pada konsentrasi 3,125% (12), 6,25% (30), 12,5% (133), dan kontrol negatif (144,6). Kesimpulan: Ekstrak daun mangga podang (Mangifera indica L.) berpotensi sebagai antijamur dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) pada konsentrasi 12,5% dan konsentrasi bunuh minimum (KBM) pada konsentrasi 25% yang setara dengan kemampuan nistatin dalam membunuh jamur Candida albicans.