SENTIA PANAMON
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tompotika Luwuk

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELAKSANAAN TEKNIK SELF INTERACTION DALAM MENANGANI KELAMBANAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI MTS DDI KILONGAN SENTIA PANAMON
Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2017): Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53090/jlinear.v1i1.78

Abstract

Pelaksanaan teknik Self Interaction Dalam menangani kelambanan belajar peserta didik di MTs DDI Kilongan Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai. Skripsi Program Studi Pendidikan Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Tompotika Luwuk. Pembimbing I Awaldin Lambause , S.Pd M.Pd dan Pembimbing II Asnarita Nento, S.Pd M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan tentang pelaksanaan teknik self interaction dalam menangani kelambanan belajar peserta didik di MTs Ddi kilongan Luwuk utara. Dengan indikator: Tahapan-tahapan teknik self interaction, 1) tahapan pengumpulan informasi yang berkaitan dengan konseptualisasi masalah yang dihadapi. 2) Tahap konseptualisasi terhadap masalah. 3) tahap pengumpulan informasi tentang konseptualisasi masalah. 4) Tahap melakukan perubahan langsung. Penelitian ini menggunakan metodw kualitatif dan data penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah merapikan datat, mereduksi atau perangkuman data, kategorisasi, sintesisasi, serta menyusun hipotesis kerja. Berdasarkan uraian hasil temuan penelitian dan pembahasan hasil penelitian tentang Pelaksanaan teknik self interaction dalam menangani kelambanan belajar peserta didik di MTs DDI kilongan, maka dapat dikemukakan kesimpulan sebagai berikut: Dalam melakukan konseptualisasi terhadap masalah, belum efektifnya guru BK dalam merencanakan intervensi dalam konteks melakukan observasi yakni masih bersifat seadanya atau belum ada pengembangan konsep dari prosedur yang seharusnya dalam melakukan konseptualisasi terhadap masalah kelambanan belajar peserta didik sehingga data hasil observasi yang diperoleh dari proses pengumpulan informasi tersebut masih kurang valid.