Asnarita Nento
Program Studi Bimbingan Dan Konseling Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

INOVASI LINGKUNGAN SOSIAL DENGAN NILAI MORAL PANCASILA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK (Penelitian Survey di SMK Negeri 2 Luwuk) Asnarita Nento; Ahmadin Ahmadin
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 3 No 4 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1). Mengetahui hubunagan inovasi lingkungan sosial dalam pembentukan karakter Peserta didik, (2). Mengetahui hubungan pengenalan nilai-nilai moral Pancasila dalam pembentukan karakter Peserta didik, dan (3). Mengetahui hubungan inovasi lingkunan sosial dengan moral pancasila dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa SMK Negeri 2 Luwuk Kab. Banggai. Sebanyak 400 orang diambil secara Stratified Proportionate Random Sampling, kemudian ditarik Sampelnya 10% sehingga diperoleh sampel 80 siswa. penelitian menggunakan metode survei pendekatan Kuantitatif. Dengan maksud menjelaskan hubungan kausal antara variabel dependen dan variabel independen. Variabel dependen (Y) pembentukan karakter dan variabel independen (X1), inovasi lingkungan sosial (X2) nilai moral pancasila. Analisis penelitian yaitu: (1) uji prasyarat analisis dengan korelasi product moment, dilanjutkan uji normalitas galat taksiran yang mengacu pada uji liliefors. (2). Uji hipotesis statistik dengan menggunakan korelasi product moment, dilanjutkan dengan uji signifikansi korelasi. Hasil perhitungan menunjukan bahwa Inovasil lingkungan sosial memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan Pembentukan Karkter sebesar = 0,0276301, Nilai moral Pancasila memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan Pembentukan karakter sebesar = 0,0504903, serta Inovasi lingkungan sosial dan nilai moral Pancasila secara bersama-sama memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan Pembentukan karakter sebesar = 0,0601844.
PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MEMBERI SOLUSI SISWA YANG BROKEN HOME Asnarita Nento
Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2019): Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan, Oktober 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.115 KB) | DOI: 10.53090/jlinear.v3i2.140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Guru Bimbingan Konseling Dalam Memberi Solusi Peserta Didik Yang Broken Home di SMP Negeri I Bulagi Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SMP Negeri I Bulagi Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan. Sementara yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII A yang berjumlah 27 orang. Dari hasil rata-rata dari keseluruhan indikator yaitu sebesar 91,80% yang berada pada kategori penilaian baik. Hal ini juga terlihat dari masing-masing indikator yang memiliki kategori penilaian bervariasi dan didominasi dengan kategori sangat baik. Selanjutnya hasil rata-rata persentase peran guru dalam memberi solusi peserta didik yang broken home yaitu nilai rata-rata persentase sebesar 91,80%, dan berdasarkan kriteria pengukuran variabel berada pada rentang nilai 76% - 100% yang dimaknai dengan kalimat Sangat Berperan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Guru Bimbingan Konseling Sangat Berperan Dalam Memberi Solusi Peserta Didik Yang Broken Home di SMP Negeri I Bulagi Kecamatan Bulagi Kabupten Banggai Kepulauan.
Mengetahui Hubungan Sosial Peserta Didik dengan Pendekatan Instrumentasi Sosiometri Arifah Abd Latif Dunggio; Asnarita Nento
Guidance : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 19 No 02 (2022): Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/guidance.v19i02.2196

Abstract

Sosiometri merupakan teknik mengumpulkan data mengenai hubungan sosial dan tingkah laku sosial siswa. Dari data sosiometri individu dapat diketahui keluasan dan kedalaman pergaulan, status pemilihan atau penolakan sesama teman, dan popularitas dalam pergaulan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui aplikasi instrumentasi sosiometri untuk mengetahui tingkat hubungan sosial peserta didik di kelas VIII-b SMP Negeri 6 Luwuk. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Variabel yang diamati meliputi frekuensi hubungan, intensitas tingkat hubungan dan, popularitas hubungan. Sampel dari penelitian ini yakni 20 siswa kelas VIII-b SMP Negeri 6 Luwuk. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat tiga orang peserta didik memiliki tingkat hubungan sosial yang sedang. Hal itu ditunjukkan dengan perilaku peserta didik yang kurang bergaul dengan teman-temannya di kelas maupun teman-teman yang bukan sekelas, atau frekuensi hubungan sosial peserta didik tersebut masih rendah
Penguatan Karakter Cinta Damai melalui Iklim Sekolah dan Peran Guru dalam Mengatasi Perilaku Agresif Siswa SMP Asnarita Nento; Patima M. Usman; Suhartini Salingkat; Chandra M. Lisabe; Arifah Abd. Latif Dunggio; Abdi Yalida; Almustari Enteding
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 6 No. 02 (2026): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Mei 2026
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v6i02.2693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan karakter cinta damai pada peserta didik melalui interaksi antara iklim sekolah dan peran guru dalam menghadapi perilaku agresif siswa di sekolah menengah pertama. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih munculnya perilaku agresif verbal seperti ejekan, penggunaan bahasa kasar, dan konflik interpersonal yang telah menjadi bagian dari pola interaksi sosial siswa di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMP Negeri 6 Luwuk. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter cinta damai dipengaruhi oleh hubungan antara budaya interaksi siswa, iklim sekolah, dan peran guru dalam mengontrol perilaku sosial peserta didik. Guru berperan sebagai mediator konflik dan pembentuk norma sosial melalui keteladanan, nasihat, dan pembinaan perilaku, namun pendekatan yang dilakukan masih cenderung reaktif. Selain itu, iklim sekolah melalui aturan dan pengawasan belum sepenuhnya mampu membentuk budaya damai yang terinternalisasi dalam perilaku siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa karakter cinta damai merupakan hasil konstruksi sosial yang terbentuk melalui pengalaman interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah.