Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPACT OF STREET VENDORS' RELOCATION ON DERMAGA WISATA SANGGAM TANJUNG REDEB DISTRICT BERAU REGENCY: DAMPAK RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA DI DERMAGA WISATA SANGGAM KECAMATAN TANJUNG REDEB KABUPATEN BERAU Ahmad Irgi Fahrezy; Agustin Nurmanina
Progress In Social Development Vol. 5 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v5i2.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fenomena relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Dermaga Wisata Sanggam Berau ke Jalan Pemuda, serta menganalisis dampak ekonomi dan sosial dari persepsi PKL yang direlokasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling, melibatkan sepuluh informan yang terdiri dari informan kunci dan utama. Hasil penelitian menunjukkan relokasi PKL merupakan kebijakan Pemerintah Daerah Berau berdasarkan adanya peningkatan jumlah wisatawan yang menggunakan dermaga. Area parkir dermaga Sanggam yang sebelumnya digunakan PKL untuk berjualan harus difungsikan kembali secara penuh untuk parkir kendaraan pengguna dermaga. Lokasi baru yang berada di Jalan Pemuda dianggap kurang strategis dan sempit sehingga memberikan dampak negatif terhadap para pedagang, meliputi penurunan pendapatan dan ketidakstabilan aktivitas jual beli. Meskipun demikian, terdapat dampak positif seperti peningkatan keamanan, hubungan sosial antar pedagang, serta kepastian hukum. Penelitian ini merekomendasikan Pemerintah Daerah Berau melakukan evaluasi dan merumuskan strategi relokasi yang lebih baik, serta mempertimbangkan untuk merevisi kebijakan terkait wilayah wisata kuliner agar lebih mendukung kegiatan usaha PKL.
Evaluasi Pelaksanaan Program Pemberian Alat Bantu Difabel pada Penyandang Disabilitas oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Samarinda: Evaluation of the Implementation of the Assistive Devices Provision Program for Person with Disabilities by the Social and Community Empowerment Office of Samarinda City Nurul, Nurul Aqsha Fajriyani; Agustin Nurmanina
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v7i1.7355

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis alat bantu yang telah diberikan dalam program pemberian alat bantu difabel hingga mengevaluasi pelaksanaan program pada penyandang disabilitas oleh Dinsospenmas Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang berfokus pada empat komponen dalam model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) oleh Daniel Stufflebeam dan dinilai menggunakan analisis ketercapaian evaluasi program, yaitu pengklasifikasian tiga kategori penilaian (Tinggi, Moderat, Rendah) dari Issac dan Michael. Data diperoleh dari data primer dan sekunder melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dan evaluasi menunjukkan bahwa pada aspek konteks, sebagian besar komponen evaluasi telah terpenuhi dengan beberapa catatan bahwa masih kurang optimalnya pendataan dalam mengkategorikan jumlah penyandang disabilitas bersadarkan jenisnya. Pada aspek masukan, komponen evaluasi terpenuhi sebagian. Tidak adanya bentuk kerja sama dengan pihak luar sementara hal tersebut merupakan suatu aspek yang cukup besar menunjang kesuksesan suatu program. Begitu pula pada aspek proses dan hasil, komponen evaluasi keduanya terpenuhi sebagian. Proses monitoring yang hanya dilakukan satu kali, alat bantu yang tersedia dan yang diberikan berukuran sama rata, hingga muncullah berbagai ketidaksesuaian mulai dari segi ukuran, kenyamanan, maupun tingkat keparahan disabilitas penerima alat bantu difabel.