Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Derajat Kolesteatoma dengan Keberhasilan Mastoidektomi Radikal pada Otitis Media Supuratif Kronis dengan Kolesteatoma Edi Handoko; Dyah Indrasworo; Akhmad Harun Nursalim
Oto Rhino Laryngologica Indonesiana Vol 49 (2019): Volume 49, No. 2 July - December 2019
Publisher : PERHATI-KL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.071 KB) | DOI: 10.32637/orli.v49i20.302

Abstract

Latar belakang: Mastoidektomi radikal merupakan salah satu terapi pembedahan pada OMSK dengan kolesteatoma. Kolesteatom dapat diklasifikasikan melalui sistem TMC (tympanum-mastoid-complication). Telinga yang kering merupakan indikator keberhasilan operasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat kolesteatoma pada penderita OMSK dengan kolesteatoma dengan keberhasilan operasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik deskriptif dengan melibatkan 14 penderita OMSK dengan kolesteatoma yang menjalani mastoidektomi radikal di RSUD. Dr Saiful Anwar Malang periode 1 Januari 2017-31 Desember 2018. Derajat kolesteatoma dinilai dari pemeriksaan otoskopi dan atau mikroskop, pemeriksaan foto Schuller, dan temuan operasi. Keberhasilan operasi dilihat dari telinga kering saat evaluasi 2 bulan paska operasi. Analisa statistik  yang digunakan adalah uji Kolmogorov Smirnov dan Mann Whitney. Hasil: Evaluasi hasil mastoidektomi radikal antara derajat kolesteatoma 3 dan 4 memiliki perbandingan frekuensi yang sama dengan p = 1,00 (> 0,05).  Hasil operasi telinga kering adalah 85,6% dan basah 14,4%. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara derajat kolesteatoma pada penderita OMSK dengan kolesteatoma dengan keberhasilan operasi mastoidektomi radikal. Perlu penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar, jenis operasi yang beragam dan periode observasi yang lebih lama untuk mengetahui tingkat rekurensi kolesteatoma.
Hubungan Derajat Kolesteatoma dengan Keberhasilan Mastoidektomi Radikal pada Otitis Media Supuratif Kronis dengan Kolesteatoma Edi Handoko; Dyah Indrasworo; Akhmad Harun Nursalim
Oto Rhino Laryngologica Indonesiana Vol. 49 (2019): Volume 49, No. 2 July - December 2019
Publisher : PERHATI-KL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32637/orli.v49i20.302

Abstract

Latar belakang: Mastoidektomi radikal merupakan salah satu terapi pembedahan pada OMSK dengan kolesteatoma. Kolesteatom dapat diklasifikasikan melalui sistem TMC (tympanum-mastoid-complication). Telinga yang kering merupakan indikator keberhasilan operasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat kolesteatoma pada penderita OMSK dengan kolesteatoma dengan keberhasilan operasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik deskriptif dengan melibatkan 14 penderita OMSK dengan kolesteatoma yang menjalani mastoidektomi radikal di RSUD. Dr Saiful Anwar Malang periode 1 Januari 2017-31 Desember 2018. Derajat kolesteatoma dinilai dari pemeriksaan otoskopi dan atau mikroskop, pemeriksaan foto Schuller, dan temuan operasi. Keberhasilan operasi dilihat dari telinga kering saat evaluasi 2 bulan paska operasi. Analisa statistik  yang digunakan adalah uji Kolmogorov Smirnov dan Mann Whitney. Hasil: Evaluasi hasil mastoidektomi radikal antara derajat kolesteatoma 3 dan 4 memiliki perbandingan frekuensi yang sama dengan p = 1,00 (> 0,05).  Hasil operasi telinga kering adalah 85,6% dan basah 14,4%. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara derajat kolesteatoma pada penderita OMSK dengan kolesteatoma dengan keberhasilan operasi mastoidektomi radikal. Perlu penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar, jenis operasi yang beragam dan periode observasi yang lebih lama untuk mengetahui tingkat rekurensi kolesteatoma.
Association Between Eustachian Tube Obliteration Grade and Audiologic Outcomes in Patients with Nasopharyngeal Carcinoma Soehartono Soehartono; Rizky Afianti; Yuyun Yueniwati P.; Edi Handoko; Nanik Setijowati
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 15, No 2 (2026)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2026.152.1893-1896

Abstract

Nasopharyngeal carcinoma (NPC) frequently involves the fossa of Rosenmüller and surrounding structures adjacent to the pharyngeal orifice of the Eustachian tube (ET), potentially causing ET dysfunction, middle ear effusion, and conductive hearing impairment. However, the association between radiologic ET obliteration severity and audiologic outcomes remains insufficiently explored. To evaluate the association between CT-based ET obliteration grade and audiologic outcomes in patients with NPC. A cross-sectional analytic observational study was conducted involving 26 patients that histopathologically confirmed NPC. ET obliteration was assessed using contrast-enhanced head and neck computed tomography (CT). Audiologic outcomes were evaluated using pure tone audiometry, average air-bone gap (ABG), and tympanometry. Correlation analyses were performed using Spearman’s rho test. The mean age of participants was 46.46 ± 12.34 years, with male predominance (57.7%). Grade 3 ET obliteration was the most common finding (42.3%), while type B tympanogram predominated (88.5%). Significant positive correlations were identified between ET obliteration grade and degree of hearing loss (r = 0.621; p < 0.001), as well as average ABG (r = 0.411; p = 0.037). No significant association was observed between ET obliteration and tympanogram type (p > 0.515). Tumor stage demonstrated a positive correlation with ET obliteration grade (r = 0.485; p = 0.012). Tumor volume was significantly associated with ET obliteration grade (r = 0.474; p = 0.014) and hearing loss severity (r = 0.537; p = 0.005). Greater ET obliteration severity on CT imaging was associated with worse audiologic outcomes in NPC patients. Radiologic assessment of ET obliteration may serve as a useful indicator of middle ear dysfunction and hearing impairment in NPC.