AbstractThis writing discusses the possible syntactic functions for each form of first personal pronouns using descriptive-qualitative method. Data were collected by several techniques, namely observing, recording, listening, interviewing, using intuition, and writing (fonetics transcription). Data were analyzed using distributional method. The result shows that generally, based on the forms, the free personal pronouns have more possible syntactic functions than the bound ones. The free first personal pronouns such as aku, itǝ, and itǝ padǝ, can fill the syntactic functions of subject,object, and complement, while the bound ones such as -kɔ, -ɳkɔ, dan -ntɛ in Menu-Meni dialect of Sasak language can fill the syntactic function of subject and object Keywords: syntactic function, personal pronoun, Sasak languageAbstrakPenelitian ini membahas fungsi-fungsi sintaksis yang dapat diduduki oleh masingmasing bentuk pronomina persona pertama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti meliputi teknik observasi, teknik rekam, teknik sadap, teknik wawancara, teknik intuisi, dan teknik catat (teknik transkripsi fonetis). Metode analisis data yang digunakan adalah metode agih atau distribusional. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa secara umum dapat dilihat bahwa pronomina persona pertama yang bentuknya bebas (pronomina bebas) memiliki fungsi yang lebih banyak jika dibandingkandengan fungsi sintaksis yang dapat diduduki oleh pronomina persona bentuk terikat. Bentuk pronomina persona pertama yang bebas (bentuk tidak terikat), seperti aku, itǝ, dan itǝ padǝ merupakan bentuk yang dapat menduduki fungsi subjek, objek, dan keterangan. Adapun bentuk terikat, seperti -kɔ, -ɳkɔ, dan -ntɛ dalam bahasa Sasak dialek Menu-Meni, bersifat dapat menduduki fungsi sintaksis subjek dan objek.