Zahra Fizty Febriadina
Universitas Sebelas Maret

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penggunaan Bahasa Jawa dalam Tindak Tutur Direktif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan Zahra Fizty Febriadina
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 15, No 2 (2017): METALINGUA EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.088 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v15i2.113

Abstract

The objective of this research is to describe (1) Javanese directive utterances inIndonesian Subject in Vocational School; and (2) Javanese uniqueness in directiveutterances in Indonesian Subject in VocationalSchool. The method of the reseachwas qualitative descriptive with sociopragmatic approach. The data includedIndonesian teacher’s utterances which described the form and the uniqueness ofJavanese language in a directive action used in Indonesia Subject learning invocationalschool. The technique applied by recording the method of SBLC. Thetechnique of data analysis used interactive model by Miles and Huberman whichincluded four steps: collecting data, reducing data, analizing data, and verifyingor conclusion drawing. The research showed that the forms of Javanese languagedirective utterances included (1) request; (2) command; and (3) prohibition. Theuniqueness of Javanese language was identified by the use of the words ‘mboten’,‘piye’, ‘le’, ‘ndang’, ‘gah’, and ‘ra isa’. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) bentuk bahasa Jawa dalam tindaktutur direktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menengah kejuruandan (2) kekhasan bahasa Jawa dalam tindak tutur direktif dalam pembelajaran BahasaIndonesia di sekolah menengah kejuruan. Metode yang digunakan adalah metodepenelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiopragmatik. Data berupatuturan guru Bahasa Indonesia yang mencerminkan bentuk dan kekhasan bahasaJawa dalam tindak direktif yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesiadi SMK. Teknik ini diwujudkan dengan teknik rekam dengan metode SBLC. Teknikanalisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atasempat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan verifikasi ataupenarikan simpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa bentuk bahasa Jawa dalamtindak tutur direktif yang ditemukan terdiri atas (1) bentuk permintaan; (2) bentukperintah; (3) bentuk larangan. Kekhasan bahasa Jawa yang digunakan ditandaidengan penggunaan kata mboten, piye, le, ndang, gah, dan ra isa.