Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANUSIA PENDUKUNG BUDAYA KOMPLEKS SITUS KAMPUNG TUA PADWA DISTRIK YENDIDORI BIAK (Human Prehistoric Activity in the Padwa Village Site, Biak) Erlin Novita Idje Djami
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 6 No. 2 (2014): November 2014
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.234 KB) | DOI: 10.24832/papua.v6i2.24

Abstract

such as the burial niche activity that is closely related to the religious system supportingcommunity. The purpose of this study to remove the entire cultural information buriedso as to address concerns about human and supporting culture sites. This is adescriptive study with a form of inductive reasoning and qualitative approaches, aswell as the environmental approach. Artifacts results of excavations in the KampungTua Padwa describe diversity of human cultural activities supporting, ie fi shermenwho exploit ocean and also perform activities of hunting, gathering, and farming aswell as making equipment supporting livelihood activities such as stone tools, bonetools, and tools shellfi sh. In addition there are artifacts of pottery as a tool to processand store food. This is an object of cultural artifacts that appear and thrive in theplant or neolithic period, ie a period which is identical to the Austronesian speakerswho are the creators of the cultural work.ABSTRAKPada masa prasejarah di kompleks situs Kampung Tua Padwa telah terjadibanyak peristiwa budaya seperti aktivitas penguburan ceruk yang erat kaitannyadengan sistem religi masyarakat pendukungnya. Tujuan penelitian ini untukmengangkat seluruh informasi budaya yang terkubur sehingga dapat menjawabpermasalahan tentang manusia dan kebudayaan pendukung situs. Penelitian inibersifat deskriptif dengan bentuk penalaran induktif dan pendekatan kualitatif, sertapendekatan lingkungan. Artefak hasil ekskavasi di kompleks situs kampung TuaPadwa menggambarkan ragam aktivitas budaya manusia pendukungnya, yaitunelayan yang mengeksploitasi hasil laut dan juga melakukan aktivitas berburu,mengumpul, dan bercocok tanam serta membuat peralatan penunjang kegiatanmatapencahariannya seperti alat-alat batu, alat tulang, dan alat kerang. Selain ituterdapat artefak tembikar sebagai alat mengolah dan menyimpan makanan. Atrefakini merupakan benda budaya yang muncul dan berkembang pada masa bercocoktanam atau masa neolitik, yaitu suatu masa yang sangat identik dengan penuturAustronesia yang adalah pencipta karya budaya tersebut.
MEGALITIK GUNUNG SROBU DALAM KONTEKS BUDAYA MELANESIA Erlin Novita Idje Djami
AMERTA Vol. 38 No. 2 (2020)
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Megalithic Of Gunung Srobu In Melanesian Cultural Context. Megalithic is one of the cultural elements that is discovered worldwide, and it is often used as evidence for cultural hyperdiffusion theory. Such a cultural element is also present in the Melanesian region. However, there is still debate among scholars as to where it comes from and when it was introduced to this area. In this context, the recently excavated megalithic site in Gunung Srobu in Youtefa Bay, Jayapura, Papua may shed light on this matter. This paper is intended to describe the megalithic findings of Gunung Srobu and then compare them with other megalithic findings in several sites in the Melanesian region. The comparative study aims to find out the similarities and differences between Gunung Srobu megalithic and the other Melanesian megalithic as well as to know the position of Gunung Srobu in the Melanesian regional. The method used includes surveys, excavations, and literature studies. The result shows that Gunung Srobu is a very complex megalithic site in the region with very varied shapes and types. The date from around the 4th Century AD put Gunung Srobu as the oldest megalithic site in the region which is likely to occupy a central position in the megalithic distribution in the Melanesian Region. Abstrak. Megalitik merupakan salah satu unsur budaya yang ditemukan sangat luas di dunia dan sering menjadi bukti bagi teori hiperdifusi. Unsur budaya megalitik juga ditemukan di kawasan Melanesia. Namun, banyak ahli masih memperdebatkan asal-usul dan waktu persebarannya. Dalam konteks ini, temuan megalitik yang baru-baru ini ditemukan dalam penggalian di situs Gunung Srobu, Teluk Youtefa, Papua, mungkin dapat menjelaskan masalah ini. Tulisan ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan temuan megalitik di Gunung Srobu dan membandingkannya dengan temuan megalitik di beberapa situs lainnya di kawasan Melanesia. Tujuannya adalah untuk mengetahui persamaan dan perbedaan unsur megalitik antara yang ada di Gunung Srobu dan di situs Melanesia lainnya, serta mengetahui kedudukan megalitik Gunung Srobu di kawasan Melanesia. Metode yang digunakan mencakup survei, ekskavasi, dan studi pustaka. Hasilnya menunjukkan bahwa Gunung Srobu merupakan situs megalitik yang sangat kompleks di kawasan itu dengan bentuk dan jenis yang sangat bervariasi. Pertanggalan yang berasal dari sekitar abad ke-4 M menempatkannya sebagai megalitik tertua yang kemungkinan menempati posisi sentral dalam persebaran megalitik di kawasan Melanesia.