Hari Suroto
Balai Arkeologi Papua

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BUDAYA AUSTRONESIA Dl KAWASAN DANAU SENTANI (Austroneslan Culture In the Sentani Lake Area) Hari Suroto
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 8 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2625.917 KB) | DOI: 10.24832/papua.v8i2.182

Abstract

Pottery artifacts distribution and language show that Austroneslan speakers mostly settle, do activity, and interact with indigenous Papua In the coastal. Sentani Lake area is located in north part of Papua, in which Sentani language belongs to the non-Austronesian (phylum Trans New Guinea). This study is aimed to reveal the influence of Austroneslan culture in Sentani Lake area through descriptive and qualitative methods. The data is gathered by conducting surface survey, environmental observation, and ethnoarchaeological approach. The influence of Austroneslan culture in Sentani Lake area is brought through the coastal communities in Vanimo, Altape, and East Sepik Papua New Guinea. Artifacts as the evidences showing the influence of Austroneslan culture am in the form of pottery, glass bracelet, glass beads, and bronze artifacts. It is also shown through a pottery making tradition, tattoo, alcoholic drink, leadership system, and the breeding of dog, pig, and chicken. AbstrakPersebaran artefak gerabah dan bahasa menunjukan penutur Austronesia lebih banyak bermukim, beraktivitas, dan berinteraksi dengan penduduk asli Papua di pesisir. Kawasan Danau Sentani terletak di pesisir utara Papua, bahasa Sentani tergoiong dalam bahasa non-Austronesia (phylum Trans New Guinea). Tuiisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya Austronesia di Kawasan Danau Sentani. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpuian data dilakukan dengan survei permukaan tanah serta pengamatan lingkungan, serta perdekatan etnoarkeologi. Pengaruh budaya Austronesia di Kawasan Danau Sentani melaiui masyarakat pesisir di Vanimo, Aitape, dan Sepik Timur Papua Nugini. Aftefek yang menjadi bukti pengaruh budaya Austronesia yaitu gerabah, geiang kaca, manik-manik kaca, artefak pemnggu, Pengaruh iainnya yaitu tradlsi pembuatan gerabah, tradlsi tato, pembuatan minuman beralkohol, sistem kepemimpinan serta pemeiiharaan anjing, babi dan ayam.
BUDAYA MARITIM DI PESISIR UTARA PAPUA (Maritime Culture in the Papua North Coast) Hari Suroto; Erlin N. I. Djami
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 10 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/papua.v10i1.244

Abstract

The sea has been instrumental in the life of coastal communities of northern Papua since prehistoric times to historical times. The sea becomes a source of food and a means of liaison with the outside through a series of voyages. It is interesting to do maritime archeological research on the northern coast of Papua. The purpose of this research is about the shape of maritime culture on the north coast of Papua as well as the maritime tradition on the northern coast of Papua. This research was conducted with data collection, data analysis and data interpretation. The forms of maritime culture on the north coast of Papua include livelihoods, traditional knowledge related to maritime, living equipment, and local wisdom in the preservation of maritime resources. The maritime tradition on the northern coast of Papua recognizes local wisdom in organizing, managing, utilizing and participating in conserving marine and coastal resources. ABSTRAK Laut sangat berperan dalam kehidupan masyarakat pesisir utara Papua sejak masa prasejarah hingga masa sejarah. Laut menjadi sumber dalam mendapatkan makanan serta menjadi sarana penghubung dengan luar melalui serangkaian pelayaran. Sangat menarik untuk melakukan penelitian arkeologi maritim di pantai utara Papua. Tujuan penelitian ini adalah mengenai bentuk kebudayaan maritim di pantai utara Papua serta tradisi maritim di pantai utara Papua. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data, analisis data dan interpretasi data. Bentuk kebudayaan maritim di pantai utara Papua meliputi mata pencaharian hidup, pengetahuan tradisional terkait dengan maritim, peralatan hidup, dan kearifan lokal dalam pelestarian sumberdaya maritim. Tradisi maritim di pantai utara Papua mengenal kearifan lokal dalam mengatur, mengelola, memanfaatkan serta ikut melestarikan sumber daya laut dan pesisir.
BENTUK KEHIDUPAN MANUSIA PRASEJARAH DI SITUS YOMOKHO (Prehistoric living in the Yomokho Site) Hari Suroto; Erlin N. Idje Djami
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 10 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1446.065 KB) | DOI: 10.24832/papua.v10i2.260

Abstract

Folklore that the Sentani people believe about the migration of their ancestors from Papua New Guinea who chose Yomokho Hill as an initial settlement, it is necessary to do research related to prehistoric human life forms on the Yomokho site. The purpose of this paper is to find out the prehistoric human life forms on the Yomokho Site. Methods of data collection are library studies, interviews, land surface surveys, excavations. Data analysis is artefactual analysis, contextual analysis, and XRD analysis. The prehistoric forms of human life on the Yomokho Site based on artifacts, ecophysics and the environmental context around the site indicate that they live hunting, fishing and gathering sago. ABSTRAK Cerita rakyat yang dipercaya Suku Sentani tentang migrasi nenek moyang mereka dari Papua New Guinea yang memilih Bukit Yomokho sebagai pemukiman awal, maka perlu dilakukan penelitian yang berkaitan dengan bentuk kehidupan manusia prasejarah di situs Yomokho. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui bentuk kehidupan manusia prasejarah di Situs Yomokho. Metode pengumpulan data yaitu studi pustaka, wawancara, survei permukaan tanah, ekskavasi. Analisis data yaitu analisis artefaktual, analisis kontekstual, dan analisis XRD. Bentuk kehidupan manusia prasejarah di Situs Yomokho berdasarkan artefak, ekofak serta konteks lingkungan sekitar situs menunjukkan bahwa mereka hidup berburu, mencari ikan dan meramu sagu.