Hari Suroto
Balai Arkeologi Papua Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MAKNA MOTIF LUKISAN MEGALITIK TUTARI [The Meaning of Tutari Megalitical Motif] Erlin Novita Idje Djami; Hari Suroto
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 9 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1068.519 KB) | DOI: 10.24832/papua.v9i1.206

Abstract

In the megalithic period, humans living around the Tutari hill have poured their minds through paintings on rocky boulders spread across the slopes of Tutari Hill. Painting Megalithic Tutari describes ideas or ideas and behavior of society in the form of symbols, which express the natural environment and socio-cultural conditions of the community. The existence of these paintings is very interesting to know the shape and meaning. The purpose of this paper is to know the meaning of motifs megalithic painting Tutari. The methods used are stylistic analysis and contextual analysis. The motifs of the paintings contained in the Tutari Megalithic Site are human motifs, anthropomorphic images, flora, fauna, cultural objects, and geometric. These motifs have meaning related to the beliefs, daily life, and environmental circumstances of Lake Sentani in prehistoric times.  ABSTRAKPada masa megalitik, manusia yang hidup di sekitar bukit Tutari telah menuangkan alam pikiran mereka melalui lukisan pada bongkah-bongkah batu yang tersebar luas di lereng Bukit Tutari. Lukisan Megalitik Tutari menggambarkan gagasan atau ide dan perilaku masyarakat dalam bentuk simbol-simbol, yang mengekspresikan lingkungan alam dan keadaan sosial budaya masyarakatnya. Keberadaan lukisan-lukisan tersebut sangat menarik untuk diketahui bentuk dan maknanya. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui makna motif lukisan megalitik Tutari. Metode yang digunakan adalah analisis stilistik dan analisis kontekstual. Motif lukisan yang terdapat di Situs Megalitik Tutari berupa motif manusia, gambar antropomorfik, flora, fauna, benda budaya, dan geometris. Motif-motif ini memiliki makna yang berkaitan dengan kepercayaan, kehidupan seharihari, serta keadaan lingkungan Danau Sentani pada jaman prasejarah.
TRADISI PEMBUATAN GERABAH DI DESA NGRENCAK KABUPATEN TRENGGALEK [Traditional Pottery of Ngrencak, Trenggalek Regency] Hari Suroto
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 9 No. 2 (2017): November 2017
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.249 KB) | DOI: 10.24832/papua.v9i2.217

Abstract

The tradition of making and using pottery has existed since prehistoric times, this tradition is also found in Ngrencak Village, Trenggalek Regency. The purpose of this research is to know Ngrencak traditional pottery technology and the impact of modem culture on Ngrencak pottery tradition. Data collection techniques used in ethnoarkeologi studies are direct communication or direct contact with the data provider or often referred to as interviews, observation, and literature study. Ngrencak pottery-making technique is made by hand combined with stitching technique and rotary wheel. Ngrencak pottery faces rival plastic containers. It also depends on market demand.  ABSTRAKTradisi pembuatan dan penggunaan gerabah sudah ada sejakzaman prasejarah, tradisi ini juga terdapat di Desa Ngrencak, Kabupaten Trenggalek. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teknologi gerabah tradisional Ngrencak dan dampak budaya modern terhadap tradisi gerabah Ngrencak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam studi etnoarkeologi yaitu komunikasi langsung atau kontak langsung dengan pemberi data atau sering disebut dengan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Teknik pembuatan gerabah Ngrencak dibuat dengan tangan yang dipadukan dengan teknik tatap pelandas dan roda putar. Gerabah Ngrencak menghadapi saingan wadah plastik. Selain itu juga tergantung permintaan pasar.