Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pelanggaran Etika Komunikasi Pejabat Publik dalam Media Sosial: Studi Kasus : Video Kontroversial Wahyudin Moridu Angel Natashia; Fajar Nur Iman; Adinda Febriana; Sudono Halim; Novenus Albert Kristian Telaumbanua
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5385

Abstract

Komunikasi adalah cara bertukar informasi yang penting dalam hubungan antara pejabat publik dan masyarakat. Etika dalam berkomunikasi sangat penting untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat dan menjaga kreadibilitas posisi seseorang. Penelitian ini membahas kasus video yang menimbulkan kontroversial yang dibuat oleh Wahyudin Moridu, seorang anggota DPRD Provinsi Gorontalo, dimana ia menyatakan memiliki niat untuk “mencuri uang negara” melalui aplikasi Tiktok. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif dengan pendekatan Critical Discourse Analysis (CDA) yang dikembangkan oleh Fairclough (1995), untuk menganalisis pelanggaran etika dalam komunikasi serta dampak dari viralitas media sosial terhadap kepercayaaan masyarakat. Penelitian menunjukkan bahwa pernyataan tersebut melanggar secara serius aturan etika yang diatur dalam UU No.17 Tahun 2014 dan PP No.12 Tahun 2018 yang berlaku bagi pejabat publik. Viralnya video di Tiktok berkat algoritma For You Page membuat video tersebut cepat menyebar, sehingga memicu reaksi publik yang besar, seperti kebencian, kemarahan, dan kekecewaan. Fenomena ini mencerminkan teori Spiral Of Silence Karya Noelle-Nenumann (1993) serta efek media yang bersifat merugikan menurut Nasrullah (2015), dimana persepsi negatif berubah menjadi penggeneralisasian terhadap seluruh institusi. Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi pejabat publik di masa kini yang semakin digital. Dibutuhkan aturan, pelatihan, dan pengawasan dari dalam institusi legislatif terhadap cara menggunakannya secara digital agar tetap menjaga tata krama dalam berkomunikasi dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.  
Dilema Etika dalam Era Digital: Analisis Perilaku Pengguna Media Sosial Aurellia Putri Demas; Mila Komalasari; Nazwa Indah Yuradini; Najwa Kholifatunnisa; Fajar Nur Iman
TEKNOBIS : Jurnal Teknologi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): TEKNOBIS : Jurnal Teknologi, Bisnis dan Pendidikan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial di Indonesia telah menciptakan ekosistem komunikasi digital yang kompleks dengan lebih dari 139 juta pengguna aktif pada tahun 2024. Penelitian ini menganalisis dilema etika yang dihadapi pengguna media sosial di Indonesia, mencakup pertentangan antara privasi dan keterbukaan, kebebasan berekspresi dan tanggung jawab, serta fenomena cyberbullying dan hate speech. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian literatur mendalam, penelitian menemukan bahwa dilema etika digital bersifat multidimensional dan saling terkait, dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, budaya, dan teknologi. Pola perilaku pengguna seperti FOMO, mudah terprovokasi, dan rendahnya literasi digital menjadi faktor pendorong pelanggaran etika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan dilema etika digital memerlukan pendekatan terintegrasi yang melibatkan penguatan regulasi, literasi digital, serta desain platform yang bertanggung jawab.