This Author published in this journals
All Journal Jurnal MoZaiK
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Motivasi Intrinsik Dan Disiplin Kerja Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan PT. Genindo Prima Sakti Cabang Serang Banten Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening raden budi satriyo
Jurnal MoZaiK Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Mozaik
Publisher : iLearning Journal Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.34 KB)

Abstract

ABSTRACT Intrinsic motivation and discipline of work is directly related to the employee's performance. Employees who have intrinsic motivation will directly improve the performance he had, as well as the discipline of work which is owned by the employees, a high work discipline and in accordance with what has been set by the company, so that the performance owned will also increase. This research was conducted at PT. Genindo Prima Sakti Branch Serang Banten. This study aims to determine the effect of intrinsic motivation and discipline mediated job satisfaction on employee performance. The number of samples is set as much as 96 respondents using sensus method. As an independent variable, namely intrinsic motivation and discipline, and the intervening variable is job satisfaction, while the dependent variable is the performance of employees. The analytical method used in this study is Partial Least Squares Equetion-Structural Modeling (PLS-SEM) with Smart PLS 3.0. covers or inner structural model test models, hypothesis testing, measurement models, test models outer and sobel test. From the analysis it can be seen that the intrinsic motivation variable does not affect the performance of employees, it can be seen from the t-statistic value that is smaller than 1,960, amounting to 0,939, or indirectly through job satisfaction. It can be seen from Sobel test obtained t value lower than 1,960, amounting to 0,414. As for the work discipline variable positive and significant impact on performance and job satisfaction variables can mediate labor discipline on employee performance. The results of the R-square value indicates that the variable intrinsic motivation and discipline can explain job satisfaction variables (KK) of 36.8%, while the remaining 63.2% is explained by other variables not examined in this study. Keywords : Intrinsic motivation, work discipline, job satisfaction, employee performance. ABSTRAK Motivasi intrinsik dan disiplin kerja sangat berkaitan langsung dengan kinerja karyawan. Karyawan yang memiliki motivasi intrinsik secara langsung akan dapat meningkatkan kinerja yang dia miliki, begitu juga dengan disiplin kerja yang dimiliki oleh karyawan, disiplin kerja yang yang tinggi dan sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan oleh perusahaan, sehingga kinerja yang dimiliki juga akan meningkat. Penelitian ini dilakukan pada PT. Genindo Prima Sakti Cabang Serang Banten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi intrinsik dan disiplin kerja yang dimediasi kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. Jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 96 responden dengan menggunakan metode sensus. Sebagai variabel independen, yaitu motivasi intrinsik dan disiplin kerja, dan variable intervening adalah kepuasan kerja, sedangkan variabel dependennya adalah kinerja karyawan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Partial Least Squares-Struktural Equetion Modeling (PLS-SEM) dengan Smart PLS 3.0. meliputi uji model struktural atau inner model, pengujian hipotesis, model pengukuran outer model dan pengujian sobel test. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa variabel motivasi intrinsik tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, hal ini dapat dilihat dari nilai t-statistic yang lebih kecil dari 1,960 yakni sebesar 0,939, maupun secara tidak langsung melalui kepuasan kerja. Hal ini dapat dilihat dari pengujian sobel didapat nilai t yang lebih rendah dari 1,960 yakni sebesar 0,414. Sedangkan untuk variabel disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dan variabel kepuasan kerja dapat memediasi disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya hasil nilai R-square menunjukan bahwa variabel motivasi instrinsik dan disiplin kerja dapat menjelaskan variabel Kepuasan Kerja (KK) sebesar 36,8%, sisanya sebesar 63,2% dijelaskan oleh variabel lainya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Selanjutnya variabel Motivasi Intrinsik (MI) dan variabel Disiplin Kerja (DK) juga dapat menjelaskan variabel Kinerja Karyawan (KIN) sebesar 56,6%, sisanya sebesar 43,4% dijelaskan oleh variabel lainya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci : Motivasi intrinsik, disiplin kerja, kepuasan kerja, kinerja karyawan.
MEMOTRET IMPLEMENTASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI KECAMATAN JATIUWUNG (Studi Kasus Kelurahan Gandasari Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang) Raden Budi Satriyo
Jurnal MoZaiK Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Mozaik
Publisher : iLearning Journal Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Bloom (1974), derajat kesehatan dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu factor lingkungan, factor perilaku, factor keturunan dan factor pelayanan kesehatan. Dari keempat factor tersebut, factor keduaya itu factor perilaku sangat berpengaruh dalam kesehatan seseorang, terutama dalam penerapan PHBS (Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat) baik dilingkungan pribadi, keluarga, maupun masyarakat (Andriansyah & Rahmantari. 2013, p.46). Faktor penentu tercapainya tujuan dari pembelajaran PHBS untuk pemberdayaan masyarakat ialah ada tidaknya partisipasi masyarakat dalam program pemberdayaan tersebut. Partisipasi masyarakat diperlukan pada suatu program pembangunan, karena keberhasilan  program sangat berkaitan dengan partisipasi masyarakat dalam menjalankan sebuah program. Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Di Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang, (2) untuk mengetahui factor pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat dalam Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Di Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang. Metode dalam penelitian adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi partisipatif dan juga wawancara serta dokumentasi. Teknik yang digunakan merupakan teknik purposive sampling, analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam PHBS di Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang terbagi menjadi empat (4) tahapan, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pemanfaatan hasil dan tahap evaluasi. Rekomendasi dan saran, bagi masyarakat diharapkan agar lebih peduli dan sadar akan pentingnya kebersihan dan kesehatan. Dan diharapkan masyarakat lebih aktif lagi dalam mengembangkan program PHBS agar menjadi role model bagi kampung-kampung lainnya. Selain itu juga masyarakat diharapkan agar menjaga dan merawat hasil program yang sudah dibangun. Bagi pemerintah Kelurahan Gandasari khususnya diharapkan tetap melakukan sosialisasi ataupun penyuluhan mengenai program PHBS  kepada masyarakat. Dan juga diharapkan pemerintah dapat melibatkan masyarakat dalam setiap kegiatan program agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan dan juga membuka kesempatan kepada masyarakat dalam berpartisipasi bukan hanya segelintir pelaksana.Selain itu diharapkan pemerintah dapat mengembangkan sarana dan prasarana yang menunjang terlaksanaya Program PHBS.