Ratih Ismayasari
Stasiun Karantina Ikan Klas I Tanjung Priok, Jakarta Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKTIVITAS KITINASE, LESITINASE, DAN HEMOLISIN ISOLAT DARI BAKTERI IKAN NILA (Oreochromis niloticus Lin.) YANG DIKULTUR DALAM KERAMBA JARING APUNG WADUK JATILUHUR, PURWAKARTA Wibowo Mangunwardoyo; Ratih Ismayasari; Etty Riani
Jurnal Riset Akuakultur Vol 4, No 2 (2009): (Agustus 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.352 KB) | DOI: 10.15578/jra.4.2.2009.257-265

Abstract

Aeromonas hydrophila Lin. merupakan bakteri patogen oportunistik akuatik yang virulensinya dipengaruhi oleh adanya enzim kitinase, lesitinase, dan toksin haemolisin, merupakan penyebab kematian ikan nila yang tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengamati aktivitas enzim kitinase, lesitinase, dan toksin hemolisin dari 30 ikan nila dari keramba jaring apung waduk Jatiluhur dengan metode tehnik agar. A. hydrophila menunjukkan positif virulen ditunjukkan adanya zona bening untuk lesitinase sebesar 7,9 mm; kitinase 8,0 mm; dan hemolisin 6,6 mm dibandingkan dengan isolat Enterobacter sp., Pseudomonas sp., dan Vibrio sp. Hal ini menunjukkan bahwa A. hydrophila bersifat patogen dan virulen terhadap ikan nila.Aeromonas hydrophila Lin. is one of opportunistic aquatic pathogen bacteria where its pathogenic behavior is influenced by chitinase, lechitinase, and toxin haemolycine, and causes high mortality in nile tilapia culture. The purpose of the research was to observe the activities of two A. hydrophila’s enzymes i.e.: chitinase and lechitinase, and one extracelullar toxin, haemolycine, isolated from 30 nile tilapias cultured in floating net cage at Jatiluhur using quantitative plate assay technique. A. hydrophila was positive virulent marked with transparent zone of lechitinase of 7.9 mm, haemolycin of 6.6 mm, and chitinase of 8.0 mm compared to Enterobacter sp., Pseudomonas sp., and Vibrio sp. Therefore, A. hydrophila is determined as highly pathogenic bacterium and virulent for nile tilapia.
UJI PATOGENISITAS DAN VIRULENSI Aeromonas hydrophila Stanier PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus Lin.) MELALUI POSTULAT KOCH Wibowo Mangunwardoyo; Ratih Ismayasari; Etty Riani
Jurnal Riset Akuakultur Vol 5, No 2 (2010): (Agustus 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.788 KB) | DOI: 10.15578/jra.5.2.2010.145-255

Abstract

Bakteri Aeromonas hydrophila bersifat patogen mengakibatkan kematian sebanyak 50% pada ikan nila di keramba jaring apung. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti patogenisitas dan virulensi dari dua enzim dan satu toksin haemolisin yang dihasilkan oleh A. hydrophila pada ikan nila yang sehat. Analisis LC-50 menggunakan metode Dragsted Bahrens menghasilkan nilai 4,9 x 106 cfu/mL. Virulensi A. hydrophila diuji menggunakan metode Postulat Koch pada ikan nila sehat menyebabkan tubuh menjadi kemerah-merahan, perdarahan pada permukaan tubuh dan luka borok yang akhirnya menyebabkan kematian.Aeromonas hydrophila is a highly pathogenic bacterium which caused more than 50% nila’s mortality at the pond culture. The purpose of the research was study on the virulence and pathological effect of two A. hydrophila’s enzymes and one toxin haemolycin on a healthy’s nila fish. Lethal Concentration 50 with injection of A. hydrophila on nila was used as preliminary test to determine bacterial density that caused 50% nila’s mortality. The LC50 was 4,9 X 106 cfu/mL determined by Dragsted Bahrens methods. The A. hydrophila virulence test with The Postulat Koch had been effects on healthy’s nila, with clinical sign were reddening, haemorrhagic all over the body surface, and ulcer which caused mortality.