Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLA AKTIVITAS ENZIM PENCERNAAN LARVA IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscogutattus Forsskal, 1775) Regina Melianawati; Rarastoeti Pratiwi
Jurnal Riset Akuakultur Vol 6, No 1 (2011): (April 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.339 KB) | DOI: 10.15578/jra.6.1.2011.51-61

Abstract

Masalah utama yang masih dihadapi dalam usaha budidaya ikan kerapu macan adalah tingkat mortalitas yang tinggi pada stadia larva. Perkembangan struktur sistem pencernaan dan fungsi enzimatik yang masih sederhana dan belum sempurna diyakini merupakan salah satu penyebab terjadinya hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeteksi waktu awal aktivitas enzim pencernaan dan (2) mengetahui pola aktivitas enzim pencernaan pada larva umur 1 hingga 20 hari. Enzim yang dianalisis meliputi protease, amilase, dan lipase. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan pengamatan secara berkesinambungan terhadap perkembangan yang terjadi secara alami pada larva selama periode waktu tertentu. Larva dipelihara di dalam hatcheri. Pakan yang diberikan kepada larva meliputi pakan alami rotifer Brachionus rotundiformis dan pakan buatan. Pengambilan sampel larva dilakukan pada larva umur 1, 2, 3, 5, 8, 11, 14, 17, dan 20 hari. Variabel yang diamati meliputi: aktivitas enzim, jumlah pakan alami pada saluran pencernaan larva dan histologis larva. Data hasil pengukuran dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan ditampilkan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas amilase dan lipase mulai terdeteksi pada larva umur 1 hari, sedangkan protease mulai terdeteksi pada larva umur 2 hari, (2) pada larva umur 1 hingga 20 hari, pola aktivitas protease dan amilase menunjukkan peningkatan dari larva umur 1 hingga 11 hari, dan kemudian cenderung menurun, sedangkan pola aktivitas lipase menunjukkan penurunan dari larva umur 1 hingga 8 hari, kemudian cenderung meningkat. Aktivitas protease dan amilase yang tertinggi selama periode waktu tersebut terjadi pada larva umur 11 hari, sedangkan aktivitas lipase yang tertinggi pada larva umur 17 hari
Potensi Kitosan sebagai Sistem Penghantaran Gen S1 Virus SARS-CoV-2 dengan Vektor pEGFP-N1: Chitosan Potential as Delivery Agent for S1 Gene from SARS-CoV-2 with pEGFP-N1 as its Vectors Asmarani Kusumawati; Nabilah Adzra Fahhlevi; Rarastoeti Pratiwi; Raudatul Jannah; Nurina Tahta Afwi Maulina
Journal of Health Vol. 11 No. 2 (2024): Journal of Health (JoH) - July
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/joh.v11n2.716

Abstract

Coronavirus Disease-19 (COVID-19) is a disease caused by severe acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2), this disease began to emerge at the end of 2019 and has become a pandemic to this day. Vaccination can play an important role to prevent the spread of the disease, so there are many vaccine developments, including DNA vaccines. DNA vaccines have the shortcomings of being unstable and easily degraded in vivo so it requires a delivery system such as nanoparticles. Chitosan nanoparticles are most widely used because they have the characteristics of biodegradability, low toxicity, and biocompatibility with tissues and cells. biodegradable, low toxicity, and biocompatibility with tissues and cells. The purpose of this study was to optimize and evaluate the pEGFP-N1-S1 formula with a chitosan delivery system as a DNA vaccine candidate. Recombinant plasmids were cloned in E. coli DH5α and extracted for further evaluation with restriction enzymes and sequencing. The EGFP-N1-S1 plasmid was then formulated with chitosan nanoparticles using the complex coacervation method with a mass ratio of plasmid DNA and chitosan of 1:0.1; 1:0.2; 1:0.3; 1:0.4; 1:0.5; 1:0.6 and 1:0.7. The isolated plasmid has a concentration of 2182.32 ng/L and a purity of 1.911 at absorbance ratio A260/A280 and 2.271 at A260/A230. Synthetic gene S1 (684 bp) was successfully inserted into plasmid pEGFP-N1 (4813 bp) based on the results of double digestion by BglII and EcoRI restriction enzymes and sequencing data alignment results. DNA: chitosan mass ratio of 1:0.6 is the optimal formulation for DNA to bind with chitosan perfectly.