Didik Ariyanto
Balai Riset Pemuliaan Ikan, Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBAIKAN KARAKTER PERTUMBUHAN IKAN MAS “MUSTIKA”MELALUI SELEKSI Didik Ariyanto; Yogi Himawan; Khairul Syahputra; Flandrianto Sih Palimirmo; Suharyanto Suharyanto
Jurnal Riset Akuakultur Vol 14, No 2 (2019): (Juni, 2019)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.738 KB) | DOI: 10.15578/jra.14.2.2019.71-76

Abstract

Seleksi ikan mas berdasarkan marka ketahanan terhadap penyakit (MHC-II) telah menghasilkan ikan mas “Mustika” sebagai ikan unggul tahan KHV (koi herpes virus). Adanya fenomena trade-off antar karakter menyebabkan laju pertumbuhan ikan mas Mustika relatif lebih rendah. Penelitian ini bertujuan memperbaiki performa ikan mas Mustika khususnya pada karakter pertumbuhan melalui seleksi. Pembentukan populasi F-1 hingga F-3 dilakukan menggunakan metode “back-cross”, yaitu betina F-0><jantan F-1, betina F-1><jantan F-2 dan betina F-2><jantan F-3. Evaluasi pertumbuhan populasi ikan mas Mustika dari F-1, F-2, dan F-3 dilakukan pada karamba jaring apung selama tiga bulan. Pada evaluasi penampilan fenotipik populasi F-3 ikan mas Mustika pada kegiatan budidaya, digunakan populasi ikan mas Majalaya dari unit pembenihan rakyat (UPR) sebagai populasi kontrol eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai respons seleksi karakter bobot ikan mas Mustika F-1, F-2, dan F-3 secara berturut-turut sebesar 7,29%; 34,51%; dan 8,12%; sehingga total respons seleksi yang diperoleh sebesar 49,72%. Pada kegiatan budidaya, populasi ikan mas Mustika mempunyai pertumbuhan, bobot individu panen, biomassa panen, konversi rasio pakan, dan produktivitas lebih baik dibandingkan dengan populasi ikan mas Majalaya dari UPR, masing-masing sebesar 5,99%; 11,60%; 13,32%; 39,59%; dan 11,19%.Marker-assisted selection (MAS) using MHC-II has successfully formed “Mustika” as a resistant common carp strain against KHV. However, the trade-off among characters to form the KHV resistant carp strain has suppressed the growth trait of the species. This study was aimed to improve the growth character of Mustika common carp based on the selection of growth performance. The F-1, F-2, and F-3 populations were formed using the “walk-back” method by crossing females of F-0 ><males of F-1, females of F-1 ><males of F-2, and females of F-2 ><males of F-3. Growth evaluation of each generation was based on body weight gain during the three months experiment. The growth evaluation of the F-3 Majalaya strain from a local breeder (UPR) was used as the external control. The results showed that the response to the selection of F-1, F-2, and F-3 of Mustika common carp were 7.29%, 34.51%, and 8.12%, respectively, with a total response to selection of 49.72%. In culture condition, the Mustika common carp has a better specific growth rate, individual weight, biomass at harvest, food conversion ratio, and productivity than the Majalaya common carp of 5.99%, 11.60%, 13.32%, 39.59%, and 11.19%, respectively.
ADAPTABILITAS DAN STABILITAS PRODUKSI IKAN MAS MUSTIKA DI LINGKUNGAN BUDIDAYA BERBEDA Didik Ariyanto; Khairul Syahputra; Yogi Himawan; Flandrianto Sih Palimirmo; Suharyanto Suharyanto; Joni Haryadi
Jurnal Riset Akuakultur Vol 15, No 4 (2020): (Desember, 2020)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.69 KB) | DOI: 10.15578/jra.15.4.2020.221-227

Abstract

Salah satu varietas unggul ikan mas adalah “Mustika”. Varietas ini merupakan hasil seleksi berbasis marka molekuler untuk karakter tahan penyakit KHV (Koi Herpesvirus). Pengembangan ikan mas Mustika di masyarakat memerlukan informasi terkait performa fenotipe varietas tersebut di lingkungan budidaya yang beragam. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi adaptabilitas dan stabilitas produksi ikan mas Mustika pada beberapa kondisi lingkungan budidaya. Penelitian dilakukan di empat lokasi dengan dua model sistem budidaya berbeda, yaitu karamba jaring apung (KJA) di tiga lokasi (Waduk Cirata, Cianjur; Waduk Jatiluhur, Purwakarta; dan Waduk Darma, Kuningan) serta di kolam air deras (KAD) di Tanjungsiang, Subang. Ikan mas Majalaya yang berasal dari unit pembenihan rakyat (UPR) di masing-masing lokasi uji digunakan sebagai pembanding. Penelitian dilakukan selama 90 hari dengan tiga kali pengulangan. Berdasarkan hasil penelitian ini, ikan mas Mustika mempunyai daya adaptabilitas dan stabilitas yang baik pada semua kondisi lingkungan budidaya. Hal ini diindikasikan dengan nilai koefisien regresi (bi) karakter daya hasil panen tidak berbeda nyata dengan satu dan simpangan baku koefisien regresi (S2di) sama dengan nol. Berdasarkan hasil tersebut, budidaya ikan mas Mustika tidak membutuhkan spesifikasi lokasi tertentu dan dapat dilakukan di semua lokasi budidaya.“Mustika” is a new superior common carp variety genetically selected as KHV (Koi Herpesvirus) resistant. This research was conducted to evaluate the adaptability and production stability of the fish strain in different farming systems and sites. The treatments consisted of culturing the fish strain at four locations with two different culture systems, that is in floating net cage at three locations (Cirata Reservoir, Cianjur; Jatiluhur Reservoir Purwakarta; and Darma Reservoir, Kuningan) and in a running water pond (KAD) at Tanjungsiang, Subang. Majalaya carp produced from a local hatchery (U.P.R.) in each location was also cultured as the control treatment. All treatments in this experiment were conducted for 90 days with three replications. The results showed that Mustika common carp has high adaptability and production stability in all culture systems and sites. Such results were indicated by the coefficient of regression (bi) of biomass at harvest was not significantly different from 1.0, and the standard deviation of regression (S2di) was zero. Based on these results, it is concluded that the culture of Mustika common carp does not require a strict or specific culture system and can be farmed in most of suitable culture environment.