Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISA KANDUNGAN Kalsium(Ca) PADA AIR PADA PRODUKSI GARAM MADURIS Aulia Washielatur Rohma; Makhfud Efendy; Nizar Amir; Nike Ika Nuzula
Juvenil Vol 2, No 4 (2021)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v2i4.12826

Abstract

ABSTRAKMetode maduris merupakan metode yang menggunakan media tanah sebagai lahannya, bouzem, kolam peminihan, dan meja kristalisasi. Media tanah yang akan digunakan melalui proses kesap dan guluk terlebih dahulu, tujuan dari kesap dan guluk untuk meratakan tanah agar tidak mudah rusak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kandungan kadar Kalsium (Ca) pada air dari masing masing kolam produksi. Sampel air terdiri dari air bahan baku, kolam bouzem, kolam peminihan, meja kristalisasi garam maduris. Metode penelitian yang digunakan Metode Deskriptif dengan pendekatan Kuantitatif,  pengambilan sampel air untuk sampel air laut menggunakan alat water sampler. Sampel air yang diambil untuk dianalisa sebanyak 1L, kemudian sampel air dimasukkan kedalam alumunium pack. Pengambilan sampel dilakukan di PT Garam Persero  Pamekasan. Sampel sedimen dan air dianalisa kandungan kalsium  menggunakan metode uji Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) di Laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan  untuk kandungan kalsum pada sampel air laut sebesar 565.58mg/L, bouzem sebesar 507.25 mg/L, peminihan sebesar 1254.6 mG/L dan meja kristalisasi tanah sebesar 286.05 mg/L. Hasil tertinggi diperoleh di kolam peminihan yaitu sebesar 1254.6 mg/L.Kata Kunci: Kalsium, Air bahan baku, Air bouzem, Air peminihan, Air meja Kristalisasi MadurisABSTRACTThe Maduris method is a method that uses soil as the medium, bouzem, hatchery pond, and crystallization table. Soil media that will be used goes through the kesap and guluk process first, the purpose of kesap and guluk is to level the soil so it is not easily damaged. This study aims to determine the content of Calcium (Ca) levels in the water from each production pond. The water samples consisted of raw material water, bouzem pond, peminihan pond, Maduris salt crystallization table. The research method used is descriptive method with a quantitative approach, taking water samples for seawater samples using a water sampler. 1L of water samples were taken for analysis, then the water samples were put into an aluminum pack. Sampling was carried out at PT Garam Persero Pamekasan. Sediment and water samples were analyzed for calcium content using the Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) test method at the Laboratory of Research and Industrial Standardization in Surabaya. The results showed that the calcium content in seawater samples was 565.58 mg/L, bouzem was 507.25 mg/L, purification was 1254.6 mG/L and soil crystallization table was 286.05 mg/L. The highest yield was obtained in the hatchery pond, which was 1254.6 mg/L.Keywords: Calcium, Raw material water, Bouzem water, Peminihan water, Maduris crystallization table water
ANALISA KADAR MAGNESIUM (Mg) PADA AIR BAHAN BAKU GARAM DI PT. GARAM PERSERO PAMEKASAN Nurul Khodariya; Makhfud Efendy; Nizar Amir; Nike Ika Nuzula
Juvenil Vol 2, No 4 (2021)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v2i4.12827

Abstract

ABSTRAKKabupaten Pamekasan merupakan salah satu kabupaten yang berada pada 6° 51’ - 7° 31’ LS dan 113° 19’ - 113° 58’ BT. Kabupaten Pamekasan sebelah baratnya  berbatasan dengan kabupaten Sampang dan sebelah timur berbatasan dengan kabupaten Sumenep. Luas Wilayah kabupaten Pamekasan 79, 230 Ha yang terdiri dari 13 kecamatan dan 189 Desa. Tujuan dari Penelitian ini yaitu mengatahui kandungan Magnesium (Mg) pada air bahan baku garam menggunakan Metode Spektrofotometer (SSA) di laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri Surabaya. Analisa data pada penelitian ini mnenggunakan Uji Anova one way. Hasil analisa kandungan Magnesium (Mg) pada air bahan baku yaitu 219,9 mg/L dan 223,1 Mg/L, Pada Bozem yaitu 32532,5 mg/L dan 31945 mg/L. Kandungan Magnesium (Mg) pada peminihan yaitu 11892,5 mg/L dan 11740 mg/L. Pada Meja Kristalisasi tanah yaitu 245,9 mg/L dan 243,8 mg/L. Kandungan Magnesium pada setiap pengulangan analisa air bahan baku, bozem, peminihan dan meja kristalisasi tanah dimana nilai P-Value sebesar 0,9867. Nilai P-Value kadar Magnesium nilai alpha (α) atau (0,9867 0,05) jadi tidak ada Perbedaan rata-rata kandungan magnesium.kata kunci: Air bahan baku, Bozem, Peminihan, Meja Kristalisasi Maduris, dan Magnesium ABSTRACTPamekasan Regency is one of the regencies located at 6° 51' - 7° 31' South Latitude and 113° 19' - 113° 58' East Longitude. Pamekasan Regency is bordered by Sampang Regency to the west and Sumenep Regency to the east. The total area of Pamekasan Regency is 79, 230 Ha, which consists of 13 sub-districts and 189 villages. The purpose of this study was to determine the content of magnesium (Mg) in salt water using the Spectrophotometer Method (SSA) in the laboratory of the Surabaya Industrial Standardization and Research Institute. Analysis of the data in this study using the one-way ANOVA test. The results of the analysis of the content of Magnesium (Mg) in raw water are 219.9 mg/L and 223.1 Mg/L, In Bozem are 32532.5 mg/L and 31945 mg/L. The content of magnesium (Mg) in the selection is 11892.5 mg/L and 11740 mg/L. On the soil crystallization table, which is 245, Magnesium content in each iteration of raw material water analysis, bozem, purification and soil crystallization table where P-Value value is 0.9867. P-Value value for Magnesium content alpha value (α) or (0.9867 0.05) sono difference in mean magnesium content.keywords: Raw material water, Bouzem, Peminihan, Madurase Salt Method, and Magnesium
SEBARAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA AIR LAUT SEBAGAI BAHAN BAKU GARAM DI PERAIRAN PADELEGAN PAMEKASAN Amalia Hariyanti; Onie Wiwid Jayanthi; Ashari Wicaksono; Ary Giri Dwi Kartika; Makhfud Efendy; Dwi Syadina Putri; Putri Ayu Rahmadani
Juvenil Vol 2, No 4 (2021)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v2i4.12828

Abstract

ABSTRAKProduksi garam di desa Padelegan menggunakan metode tradisional yaitu memanfaatkan sinar matahari dalam proses penguapan serta menggunakan bahan baku air laut. Lokasi pengambilan bahan baku berada dekat dengan daratan, hal ini dapat berpotensi bahan baku tercemar oleh limbah pembuangan aktivitas manusia. Limbah daratan berkontribusi dalam pencemaran logam berat, salah satunya timbal (Pb). Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisa kandungan logam berat timbal (Pb) pada 9 titik sampling yang mewakili daerah pantai, transisi antara pantai dengan laut lepas, dan area laut lepas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, sedangkan penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive sampling. Sampel diuji kandungan logam timbal (Pb) menggunakan AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometry). Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam berat timbal (Pb) di perairan Padelegan melebihi ambang batas baku mutu air laut yang ditetapkan Keputusan menteri Lingkungan Hidup No 51 tahun 2004, kandungan Pb tertinggi pada titik 7 sebesar 1,0815 mg/l sedangkan kandungan Pb terendah berada pada titik  5 yakni 0,6332 mg/l.Kata Kunci: Bahan baku, garam, timbal, pamekasan, AASABSTRACTSalt production in Padelegan uses traditional methods, utilizing sunlight in the evaporation process and using sea water as raw materials. The location for taking raw materials is close to the mainland, this can have the potential for raw materials to be polluted by waste disposal of human activities. Land waste contributes to heavy metal pollution, one of which is lead (Pb). The purpose of this study was to analyze the heavy metal content of lead (Pb) at 9 sampling points representing the coastal area, the transition between the coast and the high seas, and the high seas area. The method used in this research is descriptive, while the determination of the research location uses purposive sampling method. Samples were tested for lead (Pb) metal content using AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometry). The results showed that the heavy metal content of lead (Pb) in the waters of Padelegan exceeded the seawater quality standard set by the Minister of Environment Decree No. 51 of 2004, the highest Pb content at point 7 was 1.0815 mg/l, while the lowest Pb content was at point 5 is 0.6332 mg/l.Keywords: Raw materials, salt, lead, pamekasan, AAS