Chumaidi Chumaidi
Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias, Depok

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

CIRI KELAMIN SEKUNDER PADA ARWANA SILVER (Sclerophages macrocephalus) VARIETAS PINOH Chumaidi Chumaidi; Agus Priyadi; Rendy Ginanjar; Linda Sugiarti
Jurnal Riset Akuakultur Vol 7, No 2 (2012): (Agustus 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.652 KB) | DOI: 10.15578/jra.7.2.2012.221-229

Abstract

Ikan arwana merupakan spesies monomorfik, yaitu hewan yang secara fisik tidak dapat atau tidak mudah dibedakan antara jantan dan betina. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ciri kelamin sekunder yang dapat digunakan sebagai pedoman untuk membedakan jenis kelamin arwana pinoh. Ciri kelamin sekunder yang diamati pada arwana pinoh (Sclerophages macrocephalus) meliputi pengamatan deskriptif dan pengukuran morfometris. Pengamatan diskriptif meliputi bentuk sirip-sirip punggung, ekor, anal, perut, dan dada serta permukaan dagu bawah (mandibula). Sedangkan pengukuran morfometris terdiri atas 29 ukuran morfometris. Pembuktian pendapat di masyarakat mengenai ciri-ciri jantan dan betina arwana juga dianalisis antara lain kerampingan badan (rasio tinggi dan panjang baku), untuk membuktikan jantan lebih ramping dari betina. Besaran kepala (rasio tinggi kepala dan panjang kepala), untuk membuktikan kepala jantan lebih besar dari kepala betina. Kegemukan (rasio panjang baku dan bobon badan), untuk membuktikan bobot badan jantan lebih ringan dibanding betina. Panjang sirip dada (rasio panjang sirip dada dengan panjang baku ikan), untuk membuktikan sirip jantan lebih panjang dibanding betina. Hasil penelitian deskriptif menunjukkan bahwa dari pengamatan bentuk-bentuk sirip tidak terlihat adanya perbedaan antara jenis kelamin jantan dan betina dari arwana pinoh. Diketahui adanya perbedaan permukaan dagu bawah di mana tepi dagu jantan arwana pinoh terasa bergerigi, sedangkan yang betina terasa halus. Pengukuran morfometris yang berkaitan dengan kerampingan, besaran kepala, kegemukan dan panjang sirip ikan arwana juga tidak menunjukkan perbedaan yang nyata atau tidak ada perbedaan antara jantan dan betina.