Pitri Sartika Sihotang
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KELUARGA DAN RUTINITAS KEGIATAN IBADAH DI SEKOLAH TERHADAP PEMBENTUKAN MORAL SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 PANCUR BATU Pitri Sartika Sihotang; Hermanto Sihotang; Risa Ariska Tarigan
Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 4 No. 1 (2021): Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5002.169 KB) | DOI: 10.47457/phr.v4i1.125

Abstract

Penelitian ini mencari pengaruh dari pendidikan agama Kristen di Keluarga dan kegiatan ibadah di sekolah terhadap pembentukan moral bagi siswa. Peneliti memperhatikan bahwa kegiatan pengajaran PAK di Keluarga satu harta tersendiri dalam bidang PAK. Kegiatan yang memiliki dampak luar biasa bagi generasi masa depan. Di samping itu kegiatan ibadah rutin di sekolah juga perlu mendapat perhatian dari semua pihak, yakni orang tua, guru dan masyarakat. Tentu tidak lupa bagi siswa itu sendiri. Sedangkan moral yang sering dipersamakan dengan pembentukan kognisi, afeksi dan perilaku etis seseorang tidak dapat diperoleh begitu saja. Hal ini harus dibentuk dalam lintasan waktu yang membutuhkan energy, waktu, pikiran, tenaga, uang dan konsentrasi demi meraih bentuk moral yang ideal khususnya dalam persfektif Kristen. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan post ex facto. Dari data yang masuk diperoleh kecenderungan variable yang tinggi yakni PAK Keluarga (X1) sebesar 91%, rutinitas ibadah siswa (X1) sebesar 94% dan 97% untuk pembentukan moralitas siswa (Y). Dengan demikian hipotesa yang diajukan telah terjawab melalui penelitian. Karena itu kegiatan pendidikan agama di keluarga dan ibadah di sekolah perlu dilakukan secara rutin untuk memperoleh moralitas yang baik bagi siswa. Semua pihak hendaknya memperhatikan upaya ini dengan lebih sungguh-sungguh dari persfektif pembentukan moral kristiani.