Nurhidayah Nurhidayah
Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau Jl. Makmur Dg. Sitakka No. 129, Maros 90512, Sulawesi Selatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEMAMPUAN BAKTERI PROBIOTIK YANG DIISOLASI DARI MAKROALGA TERHADAP KUALITAS AIR DAN SINTASAN UDANG WINDU SKALA LABORATORIUM Muliani Muliani; Nurbaya Nurbaya; Nurhidayah Nurhidayah; Endang Susianingsih
Jurnal Riset Akuakultur Vol 7, No 1 (2012): (April 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.109 KB) | DOI: 10.15578/jra.7.1.2012.101-110

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri yang diisolasi dari makroalga terhadap perbaikan kualitas air dan sintasan udang windu skala laboratorium. Penelitian ini dilakukan di laboratorium basah, Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau, Maros, mulai bulan Juli hingga September 2010 menggunakan 15 buah akuarium berukuran 40 cm x 30 cm x 27 cm yang dilapisi dengan tanah tambak setebal 10 cm dan diisi air laut salinitas 28 ppt sebanyak 15 L. Hewan uji yang digunakan berupa benur windu PL-25 sebanyak 30 ekor/akuarium. Penelitian dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan sebagai berikut: A= Isolat BM12 (diisolasi dari makroalga), B= Isolat BM31(diisolasi dari makroalga), C= Isolat BM58 (diisolasi dari makroalga), D= BL542 (diisolasi dari sedimen laut), dan E= kontrol (tanpa probiotik). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Penelitian dilakukan selama 2 bulan. Pengamatan parameter kualitas air meliputi; BOT, NH3-N, NO2-N, NO3-N, total bakteri, serta total Vibrio sp. dalam air dan sedimen dilakukan satu kali setiap 2 minggu. Sintasan udang windu diamati pada akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi BOT dan NH3-N pada akhir penelitian tertinggi pada perlakuan B yaitu masing-masing 31,08 mg/L dan 0,0772 mg/L, sementara total Vibrio sp. pada perlakuan tersebut relatif lebih rendah dibanding perlakuan lainnya. Sintasan udang windu tertinggi pada perlakuan A (BM12= bakteri probiotik yang diisolasi dari makroalga) yaitu 55,55% dan terendah pada perlakuan D (BL542= bakteri probiotik yang diisolasi dari sedimen laut) yaitu 25%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa sintasan udang windu pada perlakuan yang menggunakan isolat BM12 berbeda nyata (P<0,05) dengan sintasan udang windu pada perlakuan yang menggunakan BL542.