Irsyaphiani Insan
Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya Jl. Ragunan 20, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12540

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMELIHARAAN BENIH IKAN BALASHARK ( Balantiocheilus melanopterus ) DENGAN PENINGKATAN KESUBURAN KOLAM Irsyaphiani Insan
Jurnal Riset Akuakultur Vol 6, No 3 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.807 KB) | DOI: 10.15578/jra.6.3.2011.413-423

Abstract

Domestikasi ikan balashark telah berhasil dilakukan tapi masih ada permasalahan pada stadia awal benih yaitu tingkat kematian yang masih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  penampilan  benih ikan balashark yang dipelihara di kolam melalui peningkatan kesuburan dengan cara pemupukan. Benih balashark yang digunakan ukuran 120 mg (usia 24 hari) dipelihara dalam hapa ukuran 2 m x 2 m x 1 m yang diletakkan di kolam tanah ukuran 50 m dengan padat tebar 225 ekor/hapa. Perlakuan berupa penyuburan kolam dengan pemupukan yang berbeda yaitu tanpa pemupukan, pemupukan dengan kotoran ayam 800 g/m2, pupuk organik cair 2 mL/m2 dan pupuk komersial 1 g/m2 serta setiap perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi kelimpahan plankton dan plankton di dalam usus ikan dilakukan setiap dua hari sekali. Sedangkan pertumbuhan dan sintasan dilakukan setiap 10 hari sekali. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Penelitian dilaksanakan selama 40 hari. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan plankton tertinggi dijumpai pada perlakuan pemupukan kotoran ayam yaitu 88 spesies fitoplankton dan 26 spesies zooplankton. Sedangkan plankton yang paling banyak ditemukan dalam usus ikan adalah dari kelas Chlorophyceae dan Crustacea. Pertumbuhan (panjang dan bobot mutlak) pada perlakuan pemupukan kotoran ayam menunjukkan hasil yang nyata lebih tinggi (P<0,05), sedangkan sintasan pada semua perlakuan tidak menunjukkan hasil yang berbeda (P>0,05).