This Author published in this journals
All Journal Media Akuakultur
Angela Mariana Lusiastuti
Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan, Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI BAKTERI PATOGEN DAN PARASIT PENYEBAB PENYAKIT PADA IKAN TOMAN (Channa micropeltes) Septyan Andriyanto; Hessy Novita; Angela Mariana Lusiastuti; Taukhid Taukhid
Media Akuakultur Vol 15, No 1 (2020): (Juni, 2020)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1180.787 KB) | DOI: 10.15578/ma.15.1.2020.39-46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis patogen dan tingkat virulensi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan toman, Channa micropeltes. Penentuan jenis patogen dilakukan dengan identifikasi bakteri secara kimiawi dan menggunakan PCR. Hasil identifikasi bakteri pada ikan toman dengan uji biokimia mengarah pada Aeromonas hydrophila, Aeromonas salmonicida, Myroides sp., dan Edwardsiella sp. Begitupula hasil uji molekuler menggunakan PCR 16S rRNA seluruh isolat teridentifikasi sebagai bakteri. Spesies parasit yang teridentifikasi menginfeksi ikan toman dari golongan protozoa yaitu Trichodina sp., Vorticella sp., Henneguya sp., Oodinium sp., dan Ichthyophthirius multifiliis, parasit golongan trematoda yaitu Dactylogyrus sp. dan golongan acanthochepala yaitu spesies Acanthochepalus sp. Hasil uji virulensi melalui infeksi buatan menunjukkan bahwa bakteri Aeromonas hydrophila sangat virulen terhadap ikan toman, Channa micropeltes dengan tingkat kematian mencapai 100% dalam waktu 24 jam.The purpose of this study was to identify the pathogenicity and virulence of Aeromonas hydrophila in toman fish. General bacterial identification was carried out using biochemical analyzes and followed by PCR tests. Several pathogenic bacterial were found in the fish samples consisting of Aeromonas hydrophila, Aeromonas salmonicida, Myroides sp., and Edwardsiella sp. The PCR 16S rRNA test confirmed that all of the isolates were all bacteria. Parasites species identified in the samples of toman fish were Trichodina sp., Vorticella sp., Henneguya sp., Oodinium sp., Ichthyophthirius multifiliis, Dactylogyrus sp. and Acanthochepalus sp. The artificial infection treatment showed that toman fish was highly vulnerable to Aeromonas hydrophila, with 100% mortality within 24 hours.
EVALUASI STANDAR KUALITAS VAKSIN HYDROVAC UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT MOTILE AEOMONADS SEPTICEMIA (MAS) PADA IKAN LELE AFRIKA (Clarias sp.) Tuti Sumiati; Taukhid Taukhid; Angela Mariana Lusiastuti
Media Akuakultur Vol 14, No 1 (2019): (Juni, 2019)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.065 KB) | DOI: 10.15578/ma.14.1.2019.41-47

Abstract

Vaksinasi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kekebalan spesifik suatu individu terhadap suatu penyakit. HydroVac merupakan sediaan vaksin dari bakteri Aeromonas hydrophila AHL0905-2 yang diinaktivasi dengan penambahan formalin 0,3% (formalin killed) merupakan produk yang diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk pencegahan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi standar kualitas vaksin, serta efikasinya pada ikan. Sebanyak 20 botol vaksin disimpan dalam refrigerator selama18 bulan, kemudian setiap periode pengujian tertentu diambil satu botol untuk dilakukan pengujian terhadap viabilitas, sterilitas, keamanan, dan efikasinya terhadap ikan lele. Vaksin yang disimpan pada suhu dingin (2°C-8°C) selama 0, 1, 2, 3, 6, 9, 12, dan 15 bulan masih stabil, tidak ada kontaminasi mikroorganisme dan tidak terjadi pertumbuhan kembali bakteri setelah dilakukan uji in vitro. Selama penyimpanan tersebut, vaksin masih efektif diaplikasikan dengan tingkat kelangsungan hidup ikan di atas 60% untuk setiap perlakuan dibandingkan kontrol 31% setelah diuji tantang.Vaccination is given to individual fish as one of the effort to enhance its specific immunity against a disease. HydroVac is an inactive bacterial vaccine of Aeromonas hydrophila which has been deactivated by the addition of 0.3% formalin. This vaccine is expected to be one of the alternatives to prevent the occurrence of the disease in freshwater fish. This study aimed to evaluate the standard quality of the vaccine and its efficacy to fish after storage. A total of 20 bottles of the vaccines were stored in a refrigerator set between 2°C-8°C. Vaccine samples from each bottle were then tested for viability, sterility, safety, and efficacy in catfish at predetermined storage times (0, 1, 2, 3, 6,9, 12, and 15 months). The result shows that all vaccine samples were in stable condition with no microbial contamination and no bacterial regrowth after tests using in vitro assays. All stored vaccines using different storage periods were still effective when applied to treated fish showed by a higher survival rate of 60% for each treatment compared to 31% control after the challenge test.