This Author published in this journals
All Journal Media Akuakultur
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DOMESTIKASI DAN EVALUASI TINGKAT KEMATANGAN GONAD IKAN TILAN MERAH (Mastacembelus erytrotaenia) Sudarto Sudarto
Media Akuakultur Vol 5, No 2 (2010): (Desember 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.906 KB) | DOI: 10.15578/ma.5.2.2010.118-122

Abstract

Ikan tilan merah merupakan salah satu jenis ikan hias yang sampai saat ini belum dibudidayakan. Potensi sebagai ikan hias dan ikan konsumsi sangat bagus. Untuk itu, dilakukan pembudidayaan di luar habitatnya dengan memelihara calon induk sebanyak 150 ekor di dalam wadah bak beton masing-masing 75 ekor untuk melakukan adaptasi terhadap pakan buatan dan pakan alami berupa cacing tanah selama 2 bulan. Setelah itu dilakukan pengamatan di dalam bak fiberglass ukuran 60 cm x 70 cm x 80 cm (volume air 250 L) dengan sistem resirkulasi tertutup. Setiap bak diisi 15 ekor ikan dan dibagi ke dalam 3 perlakuan dengan 3 ulangan, tiap perlakuan diulang 3 kali. Perlakuan pertama diberi pakan buatan 100%, perlakuan kedua diberikan pakan alami (cacing tanah) 100%, dan perlakuan ketiga diberikan 50% pakan buatan dan 50% pakan alami. Sampling pertumbuhan dilakukan setiap bulan selama 6 bulan. Kualitas air dilakukan setiap minggu meliputi O2, alkalinitas, pH, CO2, nitrat, nitrit, amonia, konduktivitas. Pada akhir penelitian dilakukan pembedahan untuk melihat perkembangan gonad. Hasilnya menunjukkan bahwa ikan dengan bobot kurang dari 250 g mempunyai variasi perkembangan gonad dengan TKG III hingga V, sedangkan bobot di atas 250 g sudah dijumpai gonad pada TKG VI.
PLASMA NUTFAH IKAN HIAS SUMATERA Sudarto Sudarto
Media Akuakultur Vol 5, No 1 (2010): (Juni 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4491.356 KB) | DOI: 10.15578/ma.5.1.2010.67-92

Abstract

Data yang dikemukakan atau disampaikan oleh para ekportir ikan hias mempunyai kecenderungan adanya eksploitasi ikan hias air tawar dari alam. Banyak jenis yang diekspor umumnya berasal dari Indonesia bagian Barat khususnya dari Sumatera dan Kalimantan. Data ini dapat dikumpulkan melalui kompilasi dari para stakeholder ikan hias dan penelusuran ke sentra penangkapan ikan hias melalui survai lokasi khususnya ikan hias air tawar Sumatera. Lebih dari 100 spesies, termasuk ke dalam 31 famili telah dikompilasi dari lokasi-lokasi sentra ikan hias. Data ini khususnya merupakan gambaran jenis plasma nutfah dan potensi ikan hias asal Sumatera yang dapat dipakai untuk pengembangan di masa mendatang.
IKAN PARI AIR TAWAR DAN SEJENISNYA SEBAGAI IKAN HIAS YANG POTENSIAL Sudarto Sudarto
Media Akuakultur Vol 5, No 1 (2010): (Juni 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.052 KB) | DOI: 10.15578/ma.5.1.2010.15-17

Abstract

Ikan pari air tawar Himantura signifer termasuk genus Himantura yang terdiri atas 40 spesies. Ikan ini banyak diburu orang untuk dijadikan ikan hias. Akibat perburuan tersebut maka ikan ini menjadi langka di beberapa habitatnya antara lain di Jambi, Kalimantan, dan Papua. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk merehabilitasi habitat maupun populasinya di alam melalui restocking dan konservasi habitat. Uji coba pembiakan sedang dilakukan dan diharapkan keberhasilan pengembangbiakannya dapat memperbaiki populasi ikan ini di alam.
IKAN PIPIH YANG POTENSIAL UNTUK IKAN HIAS Sudarto Sudarto
Media Akuakultur Vol 6, No 1 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.269 KB) | DOI: 10.15578/ma.6.1.2011.59-62

Abstract

Ikan belida dikenal sebagai ikan konsumsi yang dijadikan bahan makanan seperti pempek dan kerupuk Palembang, sedangkan di Kalimantan dikenal sebagai ikan pipih. Sistematika ikan ini banyak mengalami perubahan atau perbaikan. Ikan ini termasuk famili Notopteridae yang terdiri atas 3 genus, 2 genus terdapat di Indonesia yaitu Notopterus dan Chitala. Selain itu, anak-anak ikan ini dijual sebagai ikan hias. Pengembangbiakannya di luar habitat sudah berhasil dan saat ini dalamproses peningkatan produksinya. Ikan ini hidup di sungai-sungai besar di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.