This Author published in this journals
All Journal Media Akuakultur
Ahmadirrahman Fajrihanif
Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Maros

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENENTUAN BAKTERI SULFAT REDUCING BACTERIA (SRB) DAN SULFUR OXIDAZING BACTERIA (SOB) DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT YANG BERBEDA Nurjanna Nurjanna; Ahmadirrahman Fajrihanif
Media Akuakultur Vol 5, No 1 (2010): (Juni 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.727 KB) | DOI: 10.15578/ma.5.1.2010.47-50

Abstract

Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui populasi bakteri pereduksi sulfat dan pengoksidasi sulfur pada sedimen tambak menggunakan larutan pengencer yang berbeda. Sampel sedimen sebanyak 5 g digerus dengan lumpang penggerus yang steril hingga homogen. Dua jenis larutan pengencer yang steril yaitu larutan garam fisiologis (NaCl 0,85%) 9 mL dan larutan Artificial Sea Water (ASW) atau larutan air laut buatan 9 mL disiapkan. Selanjutnya masing-masing 1 g sedimen tambak yang telah homogen dimasukkan ke dalam larutan pengencer tersebut, kemudian divortex hingga homogen. Setelah homogen masing-masing diambil 100 L, kemudian dimasukkan dalam media penumbuh bakteri SRB dan SOB dalam microplate 24 lubang yang telah disiapkan sebelumnaya. Biakan tersebut kemudian diinkubasi secara Anaerobik selama 12 hari untuk bakteri SRB dan 14 hari untuk SOB. Pengamatan populasi bakteri SRB dilakukan dengan melihat adanya perubahan warna media dari warna merah muda menjadi warna hitam, sedangkan bakteri SOB dapat dilihat dengan adanya perubahan dari warna biru muda menjadi merah bata setelah penambahan larutan kalium iodid (larutan KI 1%) sebanyak 1 mL/lubang microplate. Hasil percobaan menunjukkan bahwa populasi bakteri SRB dengan menggunakan pelarut ASW dan garam fisiologis relatif sama terutama pada percobaan periode II dan IV. Sedangkan populasi bakteri SOB relatif lebih tinggi pada penggunaan pelarut garam fisiologis (NaCl 0,85%) dibanding pelarut ASW.