This Author published in this journals
All Journal Sawerigading
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KELONG SISILA-SILA DALAM BAHASA MAKASSAR Nursiah Tupa
SAWERIGADING Vol 16, No 2 (2010): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2010
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v16i2.312

Abstract

Poetry is one communication tools of Makassar society to express feeling and thought. Poetry as a kind of literary works has function and position in the life of speaker. For instance, those functions are entertaining tool, communication tool of juvenile, and magic media. The paper aims to eternalize and preserve cultural and literary value of Makassar society. Poetry of Sisila-sila is generally used by juvenile as a medium of communication to deliver their feeling in love. Using this poetry, they intercommunicate their feeling, starting from acquaintanceship, then falling in love, then being accepted or refused, to getting marriage. Abstrak Kelong merupakan salah satu alat komunikasi bagi masyarakat Makassar untuk        mengungkapkan isi hati, pikiran dan perasaannya. Sastra kelong mempunyai fungsi dan kedudukan di tengah-tengah kehidupan masyarakat penuturnya. Misalnya sebagai alat penghibur, alat komunikasi dalam pergaulan muda-mudi, dan sebagai sarana kekuatan magis. Penulisan makalah  ini bertujuan melestarikan dan mengangkat kembali nilai budaya  dan sastra masyarakat Makassar.  Kelong sisila-sila ini pada umumnya digunakan oleh muda mudi sebagai media untuk berkomunikasi guna mengutarakan perasaannya dalam bercinta. Melalui kelong ini  mereka saling mengungkapkan perasaannya masing-masing, mulai dari perkenalan, lalu jatuh hati, kemudian diterima atau ditolak cintanya hingga memasuki bahtera hidup berumah tangga.  
BENTUK PRONOMINA PERSONA BAHASA BUGIS Nursiah Tupa
SAWERIGADING Vol 18, No 2 (2012): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2012
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v18i2.362

Abstract

Clitics is a construction consisting of single morpheme which is generally minor shaped, morphologically independent but phonologically able to be placed after or before other morphemes. The subject in this writing is only personal pronoun clitics which would be divided in proclitics and enclitics, especially the use of enclitics productivity. Descriptive analysis method is used supported by library, observation, interviewing, and elicitation technique. Description of Buginese personal pronoun clitics and its synthetic process with other units in sentences is expected. Abstrak Klitika adalah konstruksi yang terdiri atas morfem-morfem tunggal yang pada umumnya berwujud kecil, dan secara morfologis berdiri sendiri, namun secara fonologis bisa mendahului atau mengikuti morfem-morfem yang lain dengan erat. Pokok masalah dalam makalah ini hanyalah klitik pronominal yaitu klitika dengan jenis kata ganti orang. Bentuk klitika ini terbagi atas dua bagian, yaitu proklitik dan enklitik, khusus enklitik sangat produktif di dalam pemakaiannya. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan data yaitu kepustakaan, observasi dan wawancara langsung serta teknik elisitasi. Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah deskripsi yang mendalam mengenai bentuk klitika pronominal persona bahasa Bugis dan perpaduannya dengan unit lain dalam kalimat.
BENTUK PRONOMINA PERSONA BAHASA BUGIS Nursiah Tupa
SAWERIGADING Vol 17, No 2 (2011): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2011
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v17i2.319

Abstract

Clitics is a construction consisting of single morpheme which is generally minor shaped, morphologically independent but phonologically able to be placed after or before other morphemes. The subject in this writing is only personal pronoun clitics which would be divided in proclitics and enclitics, especially the use of enclitics productivity. Descriptive analysis method is used supported by library, observation, interviewing, and elicitation technique. Description of Buginese personal pronoun clitics and its synthetic process with other units in sentences is expected.Abstrak Klitika adalah konstruksi yang terdiri atas morfem-morfem tunggal yang pada umumnya berwujud kecil, dan secara morfologis berdiri sendiri, namun secara fonologis bisa mendahului atau mengikuti morfem-morfem yang lain dengan erat. Pokok masalah dalam makalah ini hanyalah klitik pronominal yaitu klitika dengan jenis kata ganti orang. Bentuk klitika ini terbagi atas dua bagian, yaitu proklitik dan enklitik, khusus enklitik sangat produktif di dalam pemakaiannya. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan data yaitu kepustakaan, observasi dan wawancara langsung serta teknik elisitasi. Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah deskripsi yang mendalam mengenai bentuk klitika pronominal persona bahasa Bugis dan perpaduannya dengan unit lain dalam kalimat.
ONOMATOPE DALAM BAHASA MAKASSAR (Onomatopoeia in Makassarese Language) Nursiah Tupa
SAWERIGADING Vol 21, No 3 (2015): Sawerigading
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v21i3.94

Abstract

This study aims to describe onomatopoeia Makassarese language. Onomatopoeia are words that are created by imitation sound from nature or the sound produced by certain objects. Even onomatopoeic words that are not exactly the same as the imitated sound, but opinion from language speaker, lexicon is an imitation sound. The method used is descriptive with notes, classification, and observation techniques. Data was collected by recording sounds similar to the imitated objects. In data processing, first of all the data is classified basedon the form and type of sound that imitated. Referring to the technique, it is done by listening to sounds and then matching it to the shape of the sound in accordance with objects or animals that produced the sound. The results from data analysis found that onomatopoeia or imitation sounds in Makassarese language can be classified based on animal sounds, sound objects, sound natural phenomena, sound produced by actions, processes, events, or circumstances.