This Author published in this journals
All Journal Sawerigading
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTERFERENSI BAHASA INDONESIA-BAHASA MAKASSAR PADA KOMUNITAS PAGANDENG KECAMATAN PALLANGGA KABUPATEN GOWA NFN Hastianah
SAWERIGADING Vol 19, No 2 (2013): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2013
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v19i2.429

Abstract

The writing intends to discover Indonesian language interference to Makassarese language of pagandeng community in Pallangga, Gowa Regency through sociolinguistic. It uses descriptive qualitative method concerning on sociolinguistic paradigm. Collecting data is done using tapping, observing, interviewing, recording, and noting technique. Based on analysis, language usage of pagandeng community is characterized by interference, whether phonology, morphology, syntax, or semantic. The form of phonological interference is done by adjusting Makassere language sounds, such as (1) addition especially on final syllable sound and (2) omission. Phonological interference is phonemic change, phonemic addition, and phonemic omission. Morphological interference, the use of particle or clitic -mi, -pi, -ji on some words in Indonesian language and combined with Makassarese language. The use of clitic -mi, -pi,-ji in Indonesian language called interference since the clitic is not in Indonesian, only in Makassarese language. Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui interferensi bahasa Indonesia ke bahasa Makassar pada komunitas pagandeng yang terdapat di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa, melalui tinjauan sosiolinguistik. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penerapan paradigma sosiolinguistik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik sadap, simak (observasi) cakap (wawancara), rekam dan catat. Berdasarkan hasil kajian ditemukan pemakaian bahasa oleh komunitas pagandeng ditandai oleh adanya interferensi, baik interferensi fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Bentuk interferensi fonologi dilakukan dengan proses penggunaan kata melalui penyesuaian bunyi-bunyi dalam bahasa Makassar, seperti (1) penambahan terutama pada bunyi suku kata akhir dan (2)penghilangan. Interferensi fonologi yang terjadi berupa perubahan fonem, penambahan fonem, dan pengurangan fonem. Interferensi morfologi, yakni adanya penggunaan partikel atau klitik-klitik -mi, -pi, -ji pada beberapa kata dalam berbahasa Indonesia dan menggabungkannya dalam bahasa Makassar. Penggunaan klitik -mi, -pi,-ji dalam kata bahasa Indonesia dikatakan interferensi karena klitik tersebut tidak ada dalam bahasa Indonesia hanya ada di dalam bahasa Makassar.
POLA BUNYI DALAM SANGKAKRUPA KELONG MANGKASSARAK NFN Hastianah
SAWERIGADING Vol 17, No 1 (2011): Sawerigading, Edisi April 2011
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v17i1.345

Abstract

This writing discusses sound pattern and kinds of sound in sangkakrupa kelong Mangkasara. Languagesound pattern is the way in which an author delivers his idea using beautiful and harmonic language, and cancreate meaning and atmosphere that can touch intelectual and emotion quotient of the reader. This analysis canbe done using ddescriptive method by applying library research. Sangkakrupa kelong has sound pattern namely:1) asonant, 2) consonant, 3) aliteration, 4) Rhytm. In this case, the author tries to attract the reader to itsesthetic form, beautiful language. Thus, using stylistic analysis, sound pattern found in Makassar uncover theidea and beautify esthetic value of sangkakrupa kelong Makassar. AbstrakTulisan ini mengkaji tentang pola bunyi dan jenis-jenis bunyi dalam sangkakrupa kelongMangkasara Pola bunyi bahasa merupakan cara seseorang pengarang menyampaikangagasannya dengan menggunakan media bahasa yang indah dan harmonis, serta mampumenuansakan makna dan suasana yang dapat menyentuh daya intelektual dan emosi pembaca..Kajian ini dilakukan dengan metode deskriptif, dengan teknik kajian pustaka. Sangkakrupakelong memiliki pola bunyi yaitu: 1) asonansi, 2) konsonansi, 3) aliterasi, 4) irama. Hal ini,pengarang berusaha menarik perhatian pembaca kepada bentuk estetisnya, bahasa yang indah.Demikian pula dalam pola bunyi bahasa Makassar akan ditemukan dengan kajian stilistikayang mengungkap gagasan dan menambah nilai estetis dalam sangkakrupa kelong Makassar.