Banyaknyanya lokasi genangan air di Kota Dumai membuat para pengambilkeputusan ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Prioritas penanganan genanganyang paling tepat memerlukan data akurat berbasis komputer sebagai dasar setiapkeputusan yang akan dilaksanakan. Penelitian ini dilakukan dengan cara survei danmetode literatur yang bertujuan untuk mengidentifikasi parameter-parameter yangberpengaruh terhadap nilai prioritas penanganan dengan metode AnalyticalHierarchy Process (AHP) yang berdasarkan kriteria Teknis, Ekonomi, Lingkungan,dan Sosial/Budaya.Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diketahuibahwa kriteria yang memiliki prioritas (tingkat) paling mempengaruhi terhadappenentuan prioritas wilayah penanganan genangan air adalah kriteria teknis(42,7%) dan kriteria lingkungan (29,2%). Sub kriteria parameter yang palingberpengaruh dalam penentuan prioritas wilayah penanganan genangan air adalahperubahan tata guna lahan dengan persentase sebesar 64,9%. Berdasarkan hasilanalisa Analytical Hierarchy Process (AHP), diperoleh wilayah terbaik untukrencana penanganan genangan air di Kota Dumai adalah Jalan Sultan Syarif Qasimdengan persentase sebesar 38,3%. Upaya yang dilakukan untuk penanganangenangan drainase di Jl. Sultan Syarif Qasim adalah dengan memperbaiki sistemdrainase eksisting. Rencana mitigasi genangan air di wilayah yang menjadi prioritasadalah dengan pelebaran drainase menjadi ukuran 2,5 x 1,6 m untuk mengatasigenangan air yang terjadi.