This Author published in this journals
All Journal Sawerigading
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEANTONIMIAN BINER DALAM BAHASA TORAJA NFN Jemmain
SAWERIGADING Vol 19, No 2 (2013): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2013
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v19i2.431

Abstract

Antonymy is lexical semantic that expresses oppositional meaning. The writing intends to describe binary antonymy ofpart of speech wholly has antonymy pairs. Method used is descriptive by applying noting technique. The words suspected antonymy then are noted and classified as antonymy type. Based on research data, then foundfour parts of speech that have binary opposition pairs, namely, antonymy of adjective binary, antonymy of verbal binary, antonymy of adverb binary. Result of analysis shows that not all lexeme has its oppositional binary, such as the word maqrang 'thirsty' and tiqkaruduq 'sleepy'. Antonymy forms needs to categorize and classify as one type. Abstrak Antonim merupakan semantik leksikal yang menyatakan hubungan makna berlawanan atau beroposisi. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan antonimi biner semua kelas kata yang mempunyai pasangan antonimi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan teknik catat. Kata-kata yang diduga berantonimi dicatat kemudian diklasifikasikan berdasarkan tipe antoniminya. Berdasarkan data penelitian diperoleh empat kelas kata yang mempunyai pasangan antonimi biner, yaitu antonim biner sifat, antonimi biner kata kerja, antonimi biner kata benda, dan antonimi biner kata keterangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua leksem mempunyai pasangan antonimi, seperti pada kata maqrang 'haus' dan tiqkaruduq 'mengantuk'. Bentuk-bentuk antonimi seperti ini perlu diberi satu tipe dan dikelompokkan dalam satu tipe.