Fauzan .
Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ISOLASI 24-ETIL-5-KOLESTEN-3β-OL DARI DAGING BUAH JERUK KESTURI (Citrus mitis Blanco) Fauzan .
Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik Vol 1 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52071/jstlm.v1i2.12

Abstract

Pada pemeriksaan pendahuluan diketahui bahwa ekstrak sari buah jeruk kesturi (citrus mitis Blanco) mengandung steroid. Atas dasar pertimbangan ini maka dicoba mengisolasi dan mengkarakterisasi jenis dan struktur steroid dari sari buah jeruk tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang jenis steroid yang terdapat dalam sari buah jeruk kesturi serta melengkapi data tentang kandungan kimia jeruk kesturi (citrus mitis Blanco). Ekstraksi dan maserasi menggunakan pelarut etil asetat yang diikuti triturasi dengan pelarut heksana. Fraksi positif terhadap uji steroid dengan kandungan yang relatif tinggi adalah fraksi heksana. Komponen-komponen kimia steroid kasar dipisahkan dengan kromatografi kolom dengan menggunakan fasa diam silika gel dan fasa gerak berbagai macam campuran pelarut. Senyawa hasil isolasi berbentuk kristal jarum tak bewarna. Untuk penentuan struktur molekul senyawa hasil isolasi digunakan spektrometer ultraviolet, infra merah, RMI proton, RMI karbon, dan spektrum masa. Spektrum IR hasil isolasi memberikan serapan maksimum pada panjang gelombang 3407 cm, 1050 cm, 2935, 1618, 4 cm, 1472, 2 cm. Spektrum RMI proton memberikan puncak puncak dengan pergeseran kimia 5,35 : 3,55 : 2,3 : 0,70 : dan 0,68 ppm. Spektrum C-13 memberikan pergeseran kimia pada 11,840 11,960 12,240 18,775; 19,008; 19,381; 19,804; 21,061; 21,198;23,039; 24,286; 26,024; 28,232; 29,114; 29,122; 31,631; 31,879; 33,916; 36,133; 36,480; 37,228; 39,746; 42,273; 45,804, 50,110; 51,219; 56,023; 56,743; 71,801; 121,719 dan 140,729 ppm. Spektrum masa memberikan kelimpahan isotop dengan m/z pada 414 (100%), 396(80%), 381(45%), 329(42%), 255(52%),dan 231(22%). Berdasarkan data dan informasi dari identifikasi yang dilakukan, maka senyawa hasil isolasi dari daging buah jeruk kesturi (citrus mitis Blanco) adalah steroid sebanyak 18,54 mg jarum tak bewarna dengan titik leleh 162,3; 164,2 ºC. Jenis steroid tersebut di perkirakan 24-etil-5 kolesten3-beta-ol (β sitosterol).
PENENTUAN KADAR KLORIN (Cl2) PADA TEPUNG TAPIOKA TIDAK BERMEREK YANG DIJUAL DI PASAR KODIM KOTA PEKANBARU DENGAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS Fauzan .; Yuli Haryati
Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik Vol 2 No 1 (2017): November 2017
Publisher : Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52071/jstlm.v2i1.17

Abstract

Tepung tapioka adalah salah satu jenis tepung yang terbuat dari pati umbi singkong yang dikeringkan dan dihaluskan. Tepung tapioka umumnya digunakan dalam pembuatan kue, biskuit, kerupuk dan lain-lain. Namun, dalam pengolahan tepung tapioka para produsen sering menambahkan bahan berbahaya berupa klorin. Klorin yang digunakan sebagai pemutih pakaian merupakan bahan kimia yang dilarang penggunaannya di dalam bahan pangan. Penelitian ini menggunakan sebanyak sembilan sampel tepung tapioka yang tidak bermerek yang dijual di Pasar Kodim Kota Pekanbaru. Penentuan klorin diuji secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan uji kualitatif dengan reagen dipropil-p-phenilendiamin (DPD) diperoleh hasil semua sampel mengalami perubahan warna menjadi ungu kemerahan yang menandakan positif mengandung klorin. Berdasarkan uji kuantitatif dengan Spectroquant Pharo 300 dengan panjang gelombang 525 nm diperoleh kadar klorin pada masing-masing sampel yaitu sampel 1 diperoleh 0,125 mg/L, sampel 2 0,138 mg/L, sampel 3 0,159 mg/L, sampel 4 0,108 mg/L, sampel 5 0,172 mg/L, sampel 6 0,191 mg/L, sampel 7 0,201 mg/L, sampel 8 0,39 mg/L, dan sampel 9 0, 222 mg/L. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. No. 033/Menkes/Per/IX/2012 tentang bahan tambahan pangan, klorin tidak termasuk dalam daftar Bahan Tambahan Pangan (BTP) pada tepung, sehingga semua sampel tidak aman untuk di konsumsi.