This Author published in this journals
All Journal Sawerigading
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MAKNA PUISI ”DENGAN APA KUSEBUT NAMAMU: TORAJA” KARYA HUSNI DJAMALUDDIN: KAJIAN SEMIOTIK NFN Adri
SAWERIGADING Vol 16, No 2 (2010): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2010
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v16i2.287

Abstract

This research is intended to describe the reading of poetry in heuristic and hermeneutic way: icon , index, and symbol meaning. Moreover, it also aims to uncover the relevance of poetry of “Dengan Apa Kusebut Namamu: Toraja” theme to culture in South Sulawesi. It is descriptive qualitative. Data collection used is inventary technique, read -observe attentively, and noting technique. Result of the research shows that the meaning of poetry can be found out by heuristic and hermeneutic reading, then icon, indes, and symbol are described to uncover the theme. The theme is culture relating to human being expression towards his/her formerly generation and to description of local culture (South Sulawesi).   Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembacaan puisi secara heuristik dan hermeneutik: makna ikonitas, indeksitas, dan simbolis. Selain itu untuk mengetahui  relevansi tema puisi  ”Dengan Apa Kusebut Namamu: Toraja” karya Husni Djamaluddin dengan budaya di Sulawesi-Selatan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik inventarisasi, baca simak, dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna dalam puisi ini dapat diketahui melalui pembacaan secara heuristik dan hermeneutik, kemudian mendeskripsikan ikonitas, indeksitas dan simbolitas serta menemukan tema. Tema dalam puisi ini adalah budaya yang  menyangkut ekspresi manusia terhadap budaya nenek moyang, dan penggambaran budaya setempat (Sulawesi Selatan)  
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MENERAPKAN TEKNIK DEBAT TOPIK SISWA KELAS X SMAN 3 TAKALAR NFN Adri
SAWERIGADING Vol 18, No 2 (2012): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2012
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v18i2.334

Abstract

The aim of this writing is to describe the program, the implementation, and the quality in developing the speaking skills of bahasa Indonesia by applying topic debate technique upon the 10th grade scholars of SMA Negeri 3 Takalar. The qualitative approach through classroom action research held at the 10th grade scholars of SMA Negeri 3 Takalar in the scholastic year of2009/2010. The result shows that (1) the program of developing the speaking skills of bahasa Indonesia by applying debate technique upon the 10th grade scholars of SMA Negeri 3 Takalar is carried out by drafting Rencana Program Pembelajaran (RPP). (2) The implementation of debate technique in language and non-language aspects in the speaking skills has increased from cycle I and II as seen as less-cathegoriged at the praetest result which increased to become good in cycle II. (3) The quality regarding topic debate technique upon language and non-language aspects oriented in observation, interview, speaking-test, and recording instrument. These can make teachers know the result of scholars' speaking skills. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Indonesia dengan menerapkan teknik debat topik siswa kelas X SMA Negeri 3 Takalar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis penelitian tindakan kelas (cla.ssroom action research). Penelitian ini dilaksanakan di kelas X SMA Negeri 3 Takalar tahun pelajaran 2009/2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan peningkatan keterampilan berbicara bahasa Indonesia dengan menerapkan teknik debat topik siswa kelas X SMA Negeri 3 Takalar dilakukan dengan membuat Rencana Program Pembelajaran (RPP). (2) pelaksanaan teknik debat topik dalam aspek kebahasaan dan aspek nonkebahasaan dalam keterampilan berbicara siswa dari siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Hal ini terlihat bahwa hasil tes pratindakan tergolong kurang sekali. Setelah tindakan dilakukan menunjukkan peningkatan ke kategori baik sekali (siklus II). (3) Penilaian penggunaan teknik debat topik pada aspek kebahasaan dan aspek nonkebahasaan menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara, tes berbicara, dan alat perekam. Hal ini, memudahkan guru mengetahui hasil pembelajaran keterampilan berbicara siswa.