This Author published in this journals
All Journal Sawerigading
nurul masfufah
Kantor Bahasa Kalimantan Timur Jalan Batu Cermin 25, Sempaja Utara, samarinda, Kaltim

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BENTUK NEGASI DALAM BAHASA BANUA DI KALIMANTAN TIMUR (Negation Forms in Banua Language in East Kalimantan) nurul masfufah
SAWERIGADING Vol 23, No 1 (2017): Sawerigading, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v23i1.193

Abstract

Dalam komunikasi sehari-hari penutur bahasa Banua sering memanfaatkan bentuk negasi untuk penolakan, pembatalan, dan peniadaan. Fenomena kebahasaan tersebut sangat menarik untuk dikaji. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk negasi dalam bahasa Banua dan pemakaiannnya. Kajian negasi bahasa Banua ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data berasal dari wacana tulis dan lisan, khususnya yang terdapat pemakaian bentuk negasi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca, catat, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Dalam tulisan ini ditemukan beberapa bentuk negasi dalam bahasa Banua, antara lain negasi cada, lain, jangan, ballum, dan indada. Bentuk negasi tersebut memiliki perbedaan fungsi dan makna. Pemakaian negasi bahasa Banua dapat terjadi pada bagian kalimat yang terdapat dalam kalimat majemuk dan pada keseluruhan kalimat yang terdapat dalam kalimat tunggal. Dilihat dari ketegaran letaknya, kelima negasi tersebut sangat kuat karena posisi negasi tersebut tidak dapat dipindahkan di sebelah kanan fungsi predikat atau di sebelah kiri fungsi subjek dan objek.            AbstractIn daily communication, speakers of Banua language often use forms of negation to refuse, cancel, and nullify things. This phenomenon is very interesting to study. This paper aims to describe the forms of negation and how they are used in Banua language. It uses descriptive method. The data are from written and oral discourse, especially those that use the negation forms. The data were collected after reading, recording, and interviewing. The data were analysed using descriptive qualitative analysis technique. It revealed some forms of negation in Banua language, like cada, lain, jangan, ballum and indada. Those forms of negation have different functions and meanings. The negation in Banua language may occur in a part of a sentence in a compound sentence and in a whole sentence in a single sentence. Judging from its firmness, the five negations are very strong because the negation position can not be moved to the right of the predicate function or to the left of the subject and object functions.