This research discusses many kinds of main character’s existence and conflicts in Kroco, a novel by Putu Wijaya. This study used literary psychology theory with the philosophy of existentialism and identity theory. It analyzed the way human maintaining the existence of humanity in family and public spaces in an effort to raise the economic strata. It also analyzed the relation between people corresponding to the defensive process of the existence. It revealed that humans chose different identities in an attempt to maintain the existence of humanity. Selecting identity that could not raise the socioeconomic strata made people pick another identity that clashed with the social construction of society later. Humans also experienced identity conflicts in the middle of the process. Conflicts of identity were influenced by humans’ subconscious. Human beings abolished the source of conflict to break free from discomfort. Identity conflicts were also shown through humans’ recalling memories. The process of surviving humanity's existence was complicated.AbstrakPenelitian ini membahas bentuk-bentuk pertahanan eksistensi kemanusiaan yang dilakukan tokoh utama dalam novel Kroco karya Putu Wijaya serta konflik-konflik yang menyertainya. Penelitian ini menggunakan teori psikologi sastra dengan pendekatan filsafat eksistensialisme dan dipadukan teori identitas. Analisis dilakukan dengan memaparkan cara manusia untuk mempertahankan eksistensi kemanusiaannya di ruang keluarga dan publik dalam usaha untuk menaikkan strata ekonomi. Relasi antarmanusia dalam kaitannya dengan proses pertahanan eksistensi juga menjadi bagian yang dianalisis. Analisis menunjukkan manusia memilih identitas yang berbeda-beda dalam usaha untuk mempertahankan eksistensi kemanusiaan. Analisis juga menunjukkan identitas yang tidak dapat menaikkan strata sosial ekonomi membuat manusia kemudian memilih identitas yang berbenturan dengan konstruksi sosial masyarakat. Manusia juga mengalami konflik identitas di tengah-tengah proses tersebut. Konflik identitas diri dipengaruhi oleh alam bawah sadar manusia. Manusia menghapuskan sumber konflik untuk membebaskan diri dari ketidaknyamanan. Konflik identitas juga ditunjukkan melalui manusia yang mengingat kembali memori-memori. Proses pertahanan eksistensi kemanusiaan berlangsung rumit.