Salimulloh Tegar Sanubarianto
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Bahasa Gender dalam Novel Perempuan di Titik Nol Karya Nawal El-Saadawi Aulia, Siva Atali; Yunita Suryani; Salimulloh Tegar Sanubarianto
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v6i1.12274

Abstract

The novel Women at Point Zero by Nawal El Saadawi discusses gender language which is linked to Robin Lakoff's theory regarding language and gender. Discussions related to language and gender are interesting to research because there are still many patriarchal cultures and gender injustices that exist in certain areas, as is the case in this novel about Women At Point Zero. The aim of this research is to find out what gender language is contained in the novel as knowledge for readers and also for future learning. The method used in this research is a qualitative descriptive method. The techniques used are documentary and thematic analysis techniques. Of the several gender languages contained in the novel, the word "prostitute" is used very often because the content of the novel is about gender injustice experienced by women or the main character, namely Firdaus.
ANALISIS MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALTERNATIF PEMBERIAN PENDAPAT SAKSI AHLI BAHASA: KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK (Social Media Analysis as an Alternative to Providing Linguist Witness Opinion: Forensic Linguistic Study) Salimulloh Tegar Sanubarianto
SAWERIGADING Vol 27, No 2 (2021): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v27i2.929

Abstract

AbstractIt is known that statement given by linguist witness is still multi interpreted due to inexistence of methods to measure validity of the testament itself. Thus, this research aims to offer an alternative measure for linguist to provide statement. This research used statute, conceptual, and case approaches. Further, literary study was applied to collect data. The data then was analysed using linguistics forensic experimental description that has been conducted in case study. The result of the study shows that the use of social media as corpus can explain grammatical meaning of a text and its usage tendency in community speaking those languages.Keywords: linguist witness, forensic linguistics, social media analytics AbstrakKeterangan saksi ahli bahasa masih memunculkan ruang multitafsir. Para saksi ahli bahasa belum memiliki alat atau metode sebagai tolok ukur validitas pemberian keterangan. Penelitian ini berupaya menawarkan alternatif tolok ukur pemberian keterangan saksi ahli bahasa. Pendekatan penelitian yang digunakan meliputi pendekatan statuta, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi pustaka. Analisis menggunakan deskripsi eksperimental linguistik forensik yang telah dilakukan dalam studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan analisis media sosial dapat memaparkan makna gramatikal teks kebahasaan dan kecenderungan penggunaannya di masyarakat penutur teks kebahasaan tersebut.       Kata-kata kunci: saksi ahli bahasa, linguistik forensik, analisis media sosial
ALTAR EGO “ KAUM SUMBU PENDEK”: KEPRIBADIAN HISTRIONIK DAN NARSISTIK TOKOH KUPUKUPU DALAM BILANGAN FU KARYA AYU UTAMI (Altar Ego “Kaum Sumbu Pendek”: Histrionic and Narcissistic Personality of Kupukupu Characters in Bilangan Fu by Ayu Utami) Salimulloh Tegar Sanubarianto; Erwin Syahputra Kembaren
SAWERIGADING Vol 26, No 2 (2020): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2020
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v26i2.763

Abstract

Bilangan Fu by Ayu Utami is one of the realist novels with complex characters that interesting to study. One of the characters is Kupukupu, who represents the characters of “Kaum Sumbu Pendek.” This charactercontradicts his beliefs to people’s beliefs surrounding him who embrace moderate Islam in gaining “The stage” and fulfills his self-actualization desire. His attitude shows histrionic and narcissistic tendencies. Histrionic and narcissistic personality disorder intersected but rarely any research that reviews both of them at once. Therefore, this research describes the character of Kupukupu used histrionic and narcissistic theory. The Researcher used the documentative method to collect the data. Then, the content analysis was conducted by using characteristics of histrionic and narcissistic perspective. The result identified the similarity among the behavior of Kupukupu’s character with histrionic and narcissistic features. In addition, the Researcher also found that cause of the behavior was the figure’s effort to take over people’s attention who had been distracted by other figures. This figurer’s effort provokes friction between the conservativeIslamic community that he leads with the local community that believes in moderate Islam, as the current picture of religiosity in Indonesia. AbstrakBilangan Fu karya Ayu Utami adalah salah satu novel realis dengan karakter kompleks yang menarik untuk dikaji. Salah satunya adalah tokoh Kupukupu. Kupukupu adalah citra yang tepat untuk menggambarkan “Kaum Sumbu Pendek.” Tokoh ini berusaha mempertentangkan keyakinannya dengan keyakinan masyarakat sekitarnya yang menganut Islam moderat demi mendapatkan “panggung” dan memenuhi hasrat aktualisasi dirinya. Sikap Kupukupu ini menunjukkan kecenderungan histrionik dan narsistik. Gangguan kepribadian histrionik dan narsistik ini sebetulnya beririsan namun jarang ada penelitian yang mengulas keduanya sekaligus. Oleh karena itu, penelitian ini mengulas tokoh Kupukupu dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami dengan teori histrionik dan narsistik, beserta penelusuran kausalitasnya lewat psikoanalisis. Peneliti menggunakan metode dokumentatif untuk mengumpulkan data dan analisis isi untuk menganalisis data berdasarkan ciri-ciri pengidap histrionik dan narsistik. Tulisan ini telah menemukan adanya kesamaan perilaku tokoh Kupukupu dengan ciri-ciri pengidap histrionik dan narsistik. Selain itu, ditemukan pula penyebabmunculnya perilaku tersebut adalah upaya tokoh untuk mengambil kembali perhatian dari masyarakat yang sempat teralihkan ke tokoh lain. Upaya tokoh ini menimbulkan friksi antara komunitas Islam konservatif yang dipimpinnya dengan masyarakat sekitarnya yang menganut Islam moderat, sebagaimana gambaran kehidupan keagamaan pada masyarakat Indonesia kekinian.