ABSTRAK Tarekat merupakan jalan atau petunjuk dalam melakukan sesuatu ibadah sesuai ajaran yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw dan dikerjakan sahabat secara turun temurun sampai pada mursyid saat ini. Ajaran tarekat tidak hanya memberi dampak bagi jamaah, namun juga masyarakat disekitarnya. Dalam pengambilan puasa Ramadhan Masyarakat Nagan Raya berbeda dengan daerah lain, mereka melakukan puasa lebih awal 2 hari dari penetapan MUI. Kondisi dipengaruhi oleh ajaran tarekat Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan yang berkembang disana. Eksitensi tarekat Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan di Nagan Raya sangat tinggi, sehingga ritual-ritual tidak hanya dilakukan oleh jamaah tarekat, melainkan juga masyarakat umum. Tujuan penelitian ini adalah paham dan praktik ritual keagamaan tarekat Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan, solidaritas yang muncul dalam ritual serta pengaruh ajaran tarekat Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan terhadap masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Prosedur pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling, dengan pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisa menggunakan teknik analisa data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Interkasi Ritual karya Randall Collins. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran sosial tarekat Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan dilandaskan pada Al-Qur’an dan Sunnah, menjaga hablumninallah dan habbluminnas, ritual bersifat umum terbuka untuk masyarakat non tarekat. Solidaritas sosial jamaah tarekat tidak hanya dalam melakukan ritual, tetapi juga diluar ritual tarekat. Solidaritas sosial jamaah dipengaruhi oleh dokrin dari mursyid tarekat, doktrinisasi pemikiran mursyid melahirkan perasaan keaggotaan dalam tarekat dan energi emosional sebagai bentuk pengikat solidaritas sosial jamaah tarekat Syattariyah. Saat ini ritual umum tarekat seperi puasa tuha dan zikir masal dilakukan oleh masyarakat non tarekat, banyak motif dan alasan masyarakat dalam megikuti ritual walaupun belum masuk tarekat. Pemikiran sosial keagamaan dan sosok mursyid tarekat sangat berpengaruh terhadap pengaruh, eksitensi dan kebertahan tarekat Syattariyah di Nagan Raya. Kata Kunci: Tarekat, Ritual, Solidaritas. RITUAL AND SOCIAL SOLIDARITY IN THE PERSPEKTIF INTERACTION RITUAL OF RANDALL COLLINS (Studies Case of Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan)ABSTRACTA tariqah is a path or guidance of spiritual practice as what Prophet Muhammad and his companions did and taught for generations until nowadays. Uneducated tariqah not only have impact the followers (jama’a) but also on the surrounding society. In making fasting of ramadhan the nagan raya community is deferens from order regions, the fasted 2 days earlier than the stipulation of the MUI. This condition was influenced by the teachings of the tariqah Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan thad developed there. The existence of tariqah Syattariyah in Nagan Raya is very high, so that the ritus of the tariqah is not only carried out by followers, but also general public. The aim of this study was to know the idea religious thought of tariqah Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan, the solidarity in the spiritual practices, and the influences of tariqah Syattariyah Abu Habib Muda Seungan on the surrounding society. This study was qualitative research with case study method. The participants were collected through purposive sampling technique, and the data were from observation, interview and documentation. Analyzing data with data reduction, data presentation and conclusion. The Interkasi Ritual theory of Randall Collins was used in this study. The result showed that social thought of tariqah Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan was based on Qur’an and Sunnah, hablumninallah and habbluminnas, and the spiritual practices are also welcome for the society (not always for jama’a). The social solidarity was influenced by doctrine of the mursyid. The mursyid’s thoughts have a spiritual power to emerge the solidarity and positive emotions among the followers. The common spiritual practices in this tariqah are tuha fasting and massive zikr by the jama’a and non-jama’a. The social religious thought and the mursyid have a strong effects on the existence of this tariqah. Keywords : A Tariqah, Ritus, Solidarity