This research aims to describe the metalanguage of the short story “Rambut Juminten” by Ratna Indraswari Ibrahim. For seeing the metalanguage dimensions, Roland Barthes’s semiotic theory is using in this research. This research is qualitative research using a descriptive method. Data collection has done through a literature study. The results of this study indicate that the connotative fields of the short story “Rambutnya Juminten”are the form of hair as men’s imagination upon women’s beauty and hair as a symbol of women’s obedience to men. Through mythical reading, this research also shows the ideologies that work beyond this short story, namely patriarchal ideology, gender equality ideology, and mother ideology. The metalanguage reading concerning the short story finds that patriarchal ideology is a dominant ideology, which is about the powerlessness of women against men.AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna-makna metabahasa cerita pendek “Rambutnya Juminten” karya Ratna Indraswari Ibrahim. Untuk melihat dimensi metabahasa tersebut digunakan teori semiotika Roland Barthes. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa medan pemaknaan konotatif cerpen “Rambutnya Juminten” berupa; rambut sebagai imajinasi laki-laki tentang kecantikan perempuan dan rambut sebagai simbol ketertundukan perempuan terhadap laki-laki. Melalui pembacaan mitos, studi ini, juga menunjukkan ideologi-ideologi yang bekerja di balik cerpen ini yaitu ideologi patriarki, ideologi kesetaraan gender dan ideologi ibuisme. Secara lebih medalam, pembacaan metabahasa terhadap cerpen ini menemukan bahwa ideologi patriarki adalah ideologi yang sangat dominan, yaitu tentang ketidakberdayaan perempuan terhadap laki-laki.