Puput Melati Hutauruk
Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DETERMINAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSU SARI MUTIARA MEDAN TAHUN 2017 Puput Melati Hutauruk
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.095 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v3i2.5069

Abstract

Pelayanan keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan jelas mempunyai kontribusi yang sangat menentukan kualitas pelayanan di rumah sakit, sehingga setiap upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit harus juga disertai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan faktor-faktor kinerja perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Sari Mutiara Medan Tahun 2017. Jenis penelitian yang dipakai oleh peneliti sebagai pendekatan dalam penelitian adalah kuantitatif. Desain penelitiannya dengan pendekatan cross sectional study (studi potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan yang berjumlah 217 orang, dengan jumlah sampel 200 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian diperoleh motivasi (p=0,000), beban kerja (0,037), kompensasi (0,042), pengembangan karir (0,002), pendidikan (p=0,000) memiliki hubungan signifikan terhadap kinerja perawat. Sedangkan iklim kerja (p=0,059), kemampuan kerja (p=0,135), dan masa kerja (p=0,697) memiliki hubungan signifikan terhadap kinerja perawat. Motivasi kerja merupakan faktor yang dominan berhubungan dengan kinerja perawat dengan nilai OR = 8,014. Dengan demikian Rumah Sakit Sari Mutiara perlu meningkatkan loyalitas, kepatuhan sesuai standar pelayanan yang berlaku dengan metode pelatihan budaya kerja. Sehingga motivasi yang merupakan faktor psikologis dilatih untuk lebih peka dan menumbuhkan semangat dan motivasi dalam bekerja.