Amriani Happe
Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Opresi Pernikahan Bagi Perempuan dalam Cerpen “Jemari Kiri” Karya Djenar Maesa Ayu Amriani Happe; Ati Murmahyati
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 9, No 1 (2020): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v9i1.1828

Abstract

This study aims to discuss the forms of oppression that occur in a marriage. In the short story “Jemari Kiri” by Djenar Maesa Ayu found oppression carried out in a marriage is very detrimental to women. This research uses literature study method and data collection through the reading of the “Jemari Kiri” short story which is conducted to obtain the description of the oppression that occurs in the short story. The data were then analyzed using descriptive methods and feminist theory by linking oppression in marriage and women depicted in the short story “Jemari Kiri”. The results showed that the oppression that occurs in marriage described in the short story “Jemari Kiri” caused women to experience limitations in living their lives as free human beings so that equality of rights between husband and wife was needed to achieve an ideal marriage and provide happiness for both parties. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membahas bentuk opresi yang terjadi dalam sebuah pernikahan. Dalam cerpen “Jemari Kiri” karya Djenar Maesa Ayu ditemukan opresi dalam pernikahan yang sangat merugikan kaum perempuan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan pengumpulan data melalui pembacaan cerpen “Jemari Kiri” yang dilakukan untuk memperoleh gambaran opresi yang terjadi dalam cerpen tersebut. Data kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif dan teori feminis dengan menghubungkan opresi dalam pernikahan dan perempuan yang tergambar dalam cerpen “Jemari Kiri”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opresi yang terjadi dalam pernikahan yang digambarkan dalam cerpen “Jemari Kiri” menyebabkan perempuan mengalami keterbatasan dalam menjalani kehidupannya sebagai manusia yang bebas sehingga dibutuhkan kesetaraan hak antara suami dan istri untuk mencapai pernikahan yang ideal dan memberikan kebahagiaan bagi kedua belah pihak.
ESKAPISME DALAM CERPEN RUMAH ORANG EDAN KARYA BADARUDDIN AMIR (Escapism in Short Story of Rumah Orang Edan by Badaruddin Amir) Amriani Happe
SAWERIGADING Vol 23, No 1 (2017): Sawerigading, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v23i1.196

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan penyebab dan bentuk eskapisme yang dilakukan oleh tokoh Sang Lelaki dalam cerpen Rumah Orang Edan (ROE) karya Badaruddin Amir, dengan menggunakan teori psikologi. Data dianalisis dengan menggunakan teori deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa Tokoh Sang Lelaki melakukan eskapisme dalam kehidupannya karena tidak dapat menghadapi kenyataan hidup yang tidak sesuai dengan harapannya, adapun bentuk eskapisme yang dilakukan antara lain dengan mendatangi rumah orang edan, berteriak sekeras-kerasnya, melakukan seks menyimpang dan memilih menjadi orang edan. Hal tersebut menunjukkan kelemahan kepribadian tokoh Sang Lelaki yang memilih melakukan penghindaran atas masalahnya daripada menghadapi hukuman sebagai koruptor.AbstractThis paper aims to illustrate the causes and forms of escapism performed by the main male character in theshort story of Rumah Edan (ROE) by Badaruddin Amir, using psychological theory. Data is analyzed by usingqualitative descriptive method. The results of the analysis indicate that the main male character does escapismin his life because he cannot face the reality that does not meet his expectations. While, the escapism done byhim is going to the house of a crazy person, shouting loudly, doing deviant sex, and choosing to become a crazyperson. It shows the personality weakness of the main male character that more chooses to evade the problemrather than faces the punishment as corrupt.