Ubaidullah MA
Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KOMUNIKASI POLITIK GUBERNUR ACEH DENGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT ACEH (DPRA) DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA ACEH-PERUBAHAN (APBA-P) TAHUN 2017-2018 Ikbal Hilaluddin Zr; Ubaidullah MA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.581 KB)

Abstract

KOMUNIKASI POLITIK GUBERNUR ACEH DENGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT ACEH (DPRA) DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA ACEH-PERUBAHAN (APBA-P) TAHUN 2017-2018 POLITICAL COMMUNICATION OF ACEH GOVERNOR WITH THE HOUSE OF REPRESENTATIVES OF ACEH (DPRA) IN INCOME BUDGET PREPARATION AND SHOPPING ACEH-CHANGE(APBA-P) YEAR 2017-2018Ikbal Hilaluddin ZR[1]Ubaidullah[2](iqbalhilaluddinzr@gmail.com, maklaha@yahoo.com)Program Studi Ilmu Politik, FISIP, Universitas Syiah KualaABSTRAKAceh merupakan wilayah heterogen, daerah merupakan wilayah yang penuh dengan hasil Sumber Daya Alam dan mineral terutama gas, minya bumi serta hasil hutan dan lautan. Aceh merupakan salah satu daerah provinsi di Indonesia yang mendapatkan status “Otonomi Khusus” pada tahun 2011 melalui UU No. 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Dalam proses menciptakan good governance pemerintah daerah maka pemerintah harus berjalan dengan check and balances artinya harus ada keseimbangan antara lembaga-lembaga pemerintah dan harus terjalinnya hubungan komunikasi yang baik, sehingga dapat mencapai tujuan pembangunan daerah yang lebih baik. Permasalahan yang saat ini terjadi adalah proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh yang sama sekali belum menemukan titik terang dari kedua belah pihak. Ketertarikan penulis melakukan penelitian anggaran APBA Perubahan tahun 2017 karena adanya konflik politik antara Gubernur dan DPR Aceh. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penulis tertarik untuk mengkaji penyebab konflik politik antara Gubernur Aceh dan DPRA dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Perubahan tahun 2017. Tujuan penelitian untuk mengetahui bentuk komunikasi politik yang terjalin antara Gubernur dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dalam proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh-Perubahan (APBA-P) 2017 serta dampak dari komunikasi politik yang terjalin antara legislatif dan eksekutif Aceh dengan menggunakan teori komunikasi politik dan teori pemisahan kekuasaan (trias politika). Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui kajian lapangan dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika politik yang terjadi selama proses penyusunan APBA Perubahan tahun, adanya Miss Komunikasi antara DPR Aceh dan Eksekutif sehingga menghambat proses tercapainya realisasi APBA Perubahan tahun anggaran 2017, Bentuk komunikasi politik antara Gubernur dengan DPRA dalam proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh tahun 2017 melalui bentuk komunikasi personal dan bentuk organisasi yang kegiatannya dilakukan melalui rapat paripurna dewan. Banggar Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dan Pemerintah Aceh diharapkan dapat melakukan komunikasi yang lebih intern sehingga usulan program-program baik dari DPRA maupun Pemerintah Aceh dapat tertampung dalam APBA maupun APBA Pebahan sesuai dengan prioritas kebutuhan masyarakat. Kata Kunci :  APBA Perubahan Tahun 2017, Miss Komunikasi antara Gubernur Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh  ABSTRACT Aceh is a heterogeneous region, the area is a region full of natural resources and minerals, especially gas, oil and gas and forest and marine products. Aceh is one of the provinces in Indonesia that has the status of “Special Autonomy” in 2011 through Law No. 18 of 2001 concerning Special Autonomy for the Province of Nanggroe Aceh Darussalam. In the process of creating good governance in the local government, the government must walk by check and balances, meaning that there must be a balance between government institutions and the establishment of good communication links so that they can achieve better regional development goals. The problem that is currently happening is the process of drafting the Aceh Budget for Income and Expenditure which has not yet found a bright spot from both parties. The author's interest in researching the APBA Amendment budget in 2017 was due to a political conflict between the Governor and the Aceh House of Representatives. Based on these problems, the authors are interested in examining the causes of political conflict between the Governor of Aceh and the DPRA in the compilation of the 2017 Aceh Amendments to the Revenue and Expenditure Budget. The research objective is to determine the form of political communication between the Governor and the Aceh Representative Council in the process of 2017 Aceh-Amendment Expenditures (APBA-P) and the impact of political communication between the Aceh legislature and executives using the theory of political communication and the theory of separation of powers (Trias Politika). The study used qualitative methods through field studies and literature. The results showed that the political dynamics that occurred during the change of APBA process in the year, Miss Communication between the Aceh House of Representatives and the Executive, hampered the process of achieving the APBA revision of the 2017 budget year, Form of political communication between the Governor and the DPRA in the process of compiling the Aceh Budget. 2017 through the form of personal communication and forms of organizations whose activities are carried out through board plenary meetings. The Acehnese House of Representatives and the Aceh Government are expected to be able to communicate more internally so that proposals for programs from both the DPRA and the Aceh Government can be accommodated in APBA and APBA Shelf in accordance with the priorities of the community's needs. Keywords:     Amendment of APBA 2017, the miss communication of Governor of Aceh and the Aceh House of Representatives
KEMENANGAN PASANGAN INDEPENDEN RONI AHMAD DAN FADHLULLAH T.M. DAUD PADA PILKADA 2017 DI KABUPATEN PIDIE Irvanda Syahputra; Ubaidullah MA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.301 KB)

Abstract

KEMENANGAN PASANGAN INDEPENDEN RONI AHMAD DAN FADHLULLAH T.M. DAUD PADA PILKADA 2017DI KABUPATEN PIDIE TRIUMPH INDEPENDENTS RONI AHMAD AND FADHLULLAH T.M. DAUD IN 2017 ELECTION IN PIDIE DISTRICT (Irvanda.syahputra14@gmail.com, maklaha@yahoo.com)Program Studi Ilmu Politik, FISIP, Universitas Syiah Kuala ABSTRAKPilkada merupakan sebuah cara yang dilakukan oleh pemerintah untuk menetukan pemimpin yang akan menjalankan sistem pemerintahan. Pilkada serentak yang  dilaksanakan Februari 2017 yang bertujuan untuk menentukan Bupati dan Wakil Bupati Pidie untuk periode 2017-2022, berdasarkan hasil akhir pilkada 2017 yang sudah ditetapkan dalam rapat pleno rekapitulasi suara KIP Kabupaten Pidie, pasangan Roni Ahmad dan Fadhlullah TM Daud berhasil mengalahkan dua kandidat lainnya dengan meraih suara terbanyak. Kemenangan ini menarik untuk ditelusuri lebih lanjut terkait faktor kemenangan dan perilaku pemilih terhadap pasangan Roni Ahmad dan Fadhlullah TM Daud pada Pilkada di Kabupaten Pidie tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor kemenangan dan faktor yang mempengaruhi perilaku pimilih terhadap pasangan Roni Ahmad dan Fadhlullah TM Daud sebagai Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik analisis data pada penelitian lapangan digunakan untuk memperoleh data primer yang langsung diperoleh dari sumber data pertama di lokasi penelitian atau objek penelitian, sedangkan untuk memperoleh data sekunder berdasarkan buku-buku, jurnal dan bacaan terkaitnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor kemenangan pasangan Roni Ahmad dan Fadhlullah TM Daud pada pilkada Kabupaten Pidie tahun 2017 mencakup beberapa faktor diantaranya, pencitraan calon bupati yang tinggi di masyarakat dan hasil kerja keras tim pemenangan di lapangan. Faktor yang mempengaruhi perilaku pemilih terhadap pasangan Roni Ahmad dan Fadhlullah TM Daud mencakup beberapa hal diantaranya, faktor kepercayaan masyarakat pada pasangan tersebut dan berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pasangan calon yang maju melalui partai politik. Dari kesimpulan penelitian yang peneliti lakukan, maka diambil kesimpulan faktor kemenangan Roni Ahmad dan Fadhlullah TM Daud adalah strategi dan kemasan isu yang dibuat oleh timnya rapi dan menjawab kebutuhan masyarakat bawah. Faktor yang mempengaruhi perilaku pemilih adalah masyarakat percaya pada pasangan Roni Ahmad dan Fadhlullah TM Daud yang begitu dekat dengan semua lapisan masyarakat. Kata Kunci : Pilkada Kabupaten Pidie, Kemenangan, Perilaku Pemilih.  ABSTRACT The elections are a way carried out by the government to determine the leaders who will run the government system. The simultaneous local elections held in February 2017 aimed at determining the Regent and Deputy Regent of Pidie for the 2017-2022 period, based on the final results of the 2017 elections that had been set in the Plenary recapitulation plenary meeting of the Pidie Regency KIP, the pair Roni Ahmad and Fadhlullah TM Daud succeeded in defeating two other candidates by gaining the most votes. This victory is interesting to explore further related to the victory factor and voter behavior towards the couple Roni Ahmad and Fadhlullah TM Daud in the Pilkada in Pidie Regency in 2017. The purpose of this study was to determine the winnings and factors that influence the voting behavior of the pair Roni Ahmad and Fadhlullah TM Daud as Regent and Deputy Regent of Pidie district. This research uses a qualitative approach with descriptive type. Data analysis techniques in field research are used to obtain primary data directly obtained from the first data source at the research location or research object, while to obtain secondary data based on books, journals and related reading. The results showed that the winning factor of Roni Ahmad and Fadhlullah TM Daud in the Pidie Regency elections in 2017 included several factors including the imaging of high district head candidates in the community and the hard work of the winning team in the field. Factors that influence voter behavior towards the couple Roni Ahmad and Fadhlullah TM Daud include several things including, the factor of public trust in the couple and a reduction in public confidence in the pair of candidates who advance through political parties. From the conclusions of the research the researcher did, the conclusion of the victory factor of Roni Ahmad and Fadhlullah TM Daud was the strategy and packaging of the issues made by his team neatly and responding to the needs of the lower classes. The factor influencing voter behavior is that people believe in the couple Roni Ahmad and Fadhlullah TM Daud who are so close to all levels of society. Keywords: Pidie Regency Election, Victory, Voter Behavior.
STRATEGI POLITIK AMINULLAH USMAN DAN ZAINAL ARIFIN PADA PILKADA KOTA BANDA ACEH TAHUN 2017 Fanni Alfian; Ubaidullah MA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.019 KB)

Abstract

STRATEGI POLITIK AMINULLAH USMAN DAN ZAINAL ARIFIN PADA PILKADA KOTA BANDA ACEH TAHUN 2017AMINULLAH USMAN AND ZAINAL ARIFIN POLITICAL STRATEGIES IN THE ELECTION OF BANDA ACEH CITY IN 2017 Fanni Alfian[1]Ubaidullah[2](panialfian@gmail.com, maklaha@yahoo.com)Program Studi Ilmu Politik, FISIP, Universitas Syiah Kuala ABSTRAKPilkada Kota Banda Aceh tahun 2017 memunculkan dua pasangan calon yaitu Illiza Sa’aduddin Djamal- Farid Nyak Umar sebagai calon petahana dan Aminullah Usman-Zainal Arifin. Pada tahun 2012 Aminullah Usman juga pernah mencalonkan diri sebagai walikota Banda Aceh namun hanya berada di posisi ke dua di bawah pemenang pada saat itu yaitu pasangan Mawardi Nurdin-Illiza Sa’aduddin Djamal, untuk pilkada 2017 Aminullah Usman-Zainal di usung oleh partai Nasdem, PAN, GOLKAR, GERINDRA, PKB dan PBB. Strategi politik Aminullah Usman dan Zainal Arifin pada pilkada kota Banda Aceh tahun 2017. Permasalahan yang diangkat dari penelitian adalah bagaimana strategi pemenangan pasangan Aminullah Usman dan Zainal Arifin sebagai Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh pada Pilkada 2017. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi dan faktor-faktor kemenangan Aminullah Usman dan Zainal Arifin pada pilkada tahun 2017 di kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, pengumpulan data diperoleh dengan dua cara yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari sumber data pertama di lokasi penelitian atau objek penelitian sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder dari data yang kita butuhkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua strategi yang digunakan Aminullah Usman dan Zainal Arifin pada pilkada kota Banda Aceh tahun 2017, pertama strategi politik merupakan strategi atau teknik yang digunakan untuk mewujudkan suatu cita-cita politik seperti menyatukan tim sukses yang solid dan handal. Dan strategi yang kedua yaitu marketing politik adalah penerapan konsep dan metode marketing ke dalam dunia politik, dengan cara menciptakan program-program yang spektakuler. Dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam penelitian ini adalah ketertarikan masyarakat terhadap strategi kemenangan Walikota dan Wakil Walikota dipengaruhi oleh visi-misi dan juga latar belakang dari calon kandidat, serta dalam membangun kepercayaan dan image publilk Aminullah Usman dan Zainal Arifin menggunakan strategi marketing politik.dimiliki pasangan calon tersebut.Kata Kunci : Strategi Politik, Pilkada, Partai Politik    ABSTRACTThe Banda Aceh Regional Election in 2017 brought up two candidate pairs namely Illiza Sa'aduddin Djamal-Farid Nyak Umar as incumbent and Aminullah Usman-Zainal Arifin. In 2012 Aminullah Usman also ran as mayor of Banda Aceh but only being placed down above the winner at that time was the Mawardi Nurdin-Illiza couple Sa'aduddin Djamal, for the 2017 local election Aminullah Usman-Zainal was stretched by Nasdem, PAN , GOLKAR, GERINDR, PKB and PBB. The political strategy of Aminullah Usman and Zainal Arifin in the 2017 Banda Aceh regional election. The problem raised from the research was the strategy to win the pair Aminullah Usman and Zainal Arifin as Mayor and Deputy Mayor of Banda Aceh in the 2017 elections. The purpose of the research was to look for strategies and factors of victory Aminullah Usman and Zainal Arifin in the 2017 elections in the city of Banda Aceh. This research uses qualitative methods, collecting data obtained in two ways, namely primary data and secondary data. Primary data is data that is directly obtained from the first data source at the research location or secondary data research object is data obtained from the second source or secondary source from the data we need. The results of the study indicate that there are two strategies used by Aminullah Usman and Zainal Arifin in the city of Banda Aceh regional election in 2017, the first political strategy is a strategy or technique used to realize political goals such as bringing together a solid and reliable success team. And the second strategy is that marketing politics applies marketing concepts and methods to world politics, by making spectacular programs. Conclusions can be drawn in this study is to attract the public to the strategy of the Mayor and Deputy Mayor's victory about the vision and mission as well as the background of the candidates, and in building trust and publicity images of Aminullah Usman and Zainal Arifin using political marketing strategies.Keywords: Political Strategy, Election, Political Parties[1]Mahasiswa Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala[2]Dosen Pembimbing