p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ners Muda
Siti Aisah
Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Terapi Pijat Abdoment Pada Lanjut Usia Munira Munira; Siti Aisah
Ners Muda Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v1i3.5811

Abstract

Penurunan struktur dan fungsi pada sistem gastrointensinal lansia dapat menyebabkan konstipasi, hal ini karena waktu pengosongan lambung menjadi lebih lama, peristaltik usus melemah dan kemampuan absorbsi menurun.  Konstipasi harus segera ditangani karena akan berdampak robeknya kulit pada dinding anus yang menyebabkan buang air besar berdarah. Tujuan studi kasus ini adalah memberikan asuhan keperawatan dengan intervensi massage abdomen dalam penurunan tingkat konstipasi pada usia lanjut. Metode penulisan ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, analisa data, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Populasi dalam studi kasus ini adalah semua lansia  di ruang Cempaka Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucanggading Semarang yang berjumlah 38 responden. Jumlah sampel yang digunakan dalam studi kasus ini sebanyak 2 responden yang diambil menggunakan teknik Purposive sampling. Penerapan dilakukan selama 7 hari dengan pemberian tindakan keperawatan berupa terapi massage abdomen dengan frekuensi 1 kali sehari selama 15 menit dipagi hari. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Kriteria hasil menggunakan Constipation Scoring System (CSS). Setelah dilakukan massage abdomen selama 7 hari, terjadi penurunkan konstipasi pada lansia yang di buktikan dari hasil pengukuran menggunakan Constipation Scoring System (CSS). Kedua Pasien mengalami peningkatan frekuensi defekasi, mengedan saat defekasi menurun, merasa tuntas setelah defekasi, perasaan tidak nyaman pada perut menjadi hilang. Kesimpulannya adalah teknik massage abdomen dapat menurunkan tingkat konstipasi.
Terapi Rendam Kaki Air Hangat Pada Penderita Hipertensi Shinta Mayang Sari; Siti Aisah
Ners Muda Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i2.8262

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi didalam pembuluh darah arteri, seseorang didiagnosis hipertensi apabila tekanan sistolik dan diastoliknya mencapai angka ≥ 140/90 mmHg. Pengobatan untuk hipertensi dapat dilakukan dengan dua metode yaitu dengan tehnik farmakologi dan non farmakologi, salah satu teknik non farmakologi yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan pemberian terapi rendam kaki air hangat. Metode studi kasus yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Subjek studi kasus berjumlah 2 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi, menggunakan teknik accidental sampling. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui penurunan tekanan darah setelah diberikan terapi rendam kaki air hangat. Terapi rendam kaki air hangat yang dilakukan 5x pertemuan selama 5 hari yang dilakukan selama 15 menit. Hasil evaluasi didapatkan setelah dilakukan Terapi rendam kaki air hangat yang dilakukan 5x pertemuan secara berturut-turut selama 5 hari yang dilakukan selama 15 menit dapat menurunkan tekanan darah ada pasien Hipertensi dengan rata-rata pada studi kasus 1 sebesar 3,99 mmHg sedangkan pada studi kasus 2 sebesar 6,46 mmHg. Masalah keperawatan resiko perfusi serebral tidak efektif teratasi sebagian ditandai dengan penurunan nilai tekanan darah. Terjadi perpindahan panas secara konduksi antara air dengan telapak kaki, efek panas dari air mampu memberikan efek vasodilatasi pembuluh darah sehingga memicu penurunan tekanan darah. Berdasarkan kesimpulan tersebut diharapkan bagi pasien yang mengalami hipertensi dapat menggunakan terapi nonfarmakologi seperti rendam kaki air hangat untuk menurunkan tekanan darah. Bagi tenaga kesehatan agar memberikan pendidikan kesehatan khususnya kepada pasien hipertensi tentang manfaat terapi rendam kaki air hangat.
Intervensi Aromaterapi Lemon Untuk Mengatasi Dismenore Faola Tusyukriyah; Siti Aisah
Ners Muda Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i3.10545

Abstract

Dismenore merupakan nyeri di daerah perut yang disebabkan karena kram rahim yang terjadi sebelum dan selama menstruasi, namun dismenore yang tidak ditangani dengan benar, akan berdampak pada terganggunya aktivitas sehari-hari karena dapat menyebabkan pekerjaan sekolah menjadi tertunda, malas untuk pergi ke sekolah, tugas menumpuk dan nilai akademis menjadi menurun. Salah satu cara untuk mengatasi dismenore adalah dengan pemberian aromaterapi lemon. Studi ini bertujuan untuk mengetahui penurunan skala nyeri dismenore setelah dilakukan pemberian aromaterapi lemon. Studi kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus adalah remaja putri yang mengalami dismenore. Subjek studi kasus berjumlah 2 orang, yang diambil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pemberian aromaterapi lemon dilakukan selama 3 hari dengan 3 kali pertemuan, setiap pertemuan dilakukan penerapan selama 30 menit. Alat pengumpulan data menggunakan Numeric Rating Scale. Hasil studi menunjukkan bahwa ada perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi lemon pada kedua subjek, dimana skala nyeri pada kedua subjek menurun dari skala nyeri sedang (4-6) menjadi skala nyeri ringan (1-3). Aromaterapi lemon mampu menurunkan nyeri dismenore pada remaja putri. Diharapkan aromaterapi lemon dapat diterapkan oleh masyarakat dalam membantu mengurangi nyeri pada remaja putri dismenore.