This Author published in this journals
All Journal Ners Muda
Vivi Yosafianti Pohan
Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Terapi spiritual emotional freedom technique (SEFT) terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi Tri Aji Rachmanto; Vivi Yosafianti Pohan
Ners Muda Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v2i3.8496

Abstract

Hipertensi adalah suatu penyakit yang ditandai dengan adanya tekanan darah arteri yang meningkat dan membuat kerja jantung akan lebih berat dalam mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Terapi SEFT merupakan penggabungan dari sistem energi tubuh dan spiritualitas dalam kalimat doa dengan menggunakan metode ketukan di 18 titik meridian tubuh yang merangsang dan mengaktifkan 12 jalur energi tubuh sehingga menimbulkan relaksasi pada tubuh. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan tekanan darah pada subjek hipertensi setelah dilakukan terapi SEFT. Metode yang digunakan desain deskriptif pendekatan asuhan keperawatan menggunakan terapi SEFT terhadap penurunan tekanan darah. Subjek kasus berjumlah 2 pasien. Pengambilan data dilakukan selama 3 kali pertemuan menggunakan alat sfigmomanometer digital sebelum dan sesudah terapi SEFT. Hasil pengkajian menunjukan kedua subjek studi memiliki jenis kelamin yang sama yaitu perempuan. Subjek studi kasus 1 berumur 59 tahun dan subjek studi kasus 2 berumur 54 tahun. Hasil studi kasus menunjukan penurunan tekanan darah setelah dilakukan terapi SEFT. Subjek studi kasus 1 dan 2 secara keseluruhan mengalami rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 11,45 mmHg dan diastolik 6,95 mmHg. Terapi SEFT mampu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Suplementasi madu menurunkan frekuensi batuk pada anak dengan bronkopneumonia Anni Himma Millati; Vivi Yosafianti Pohan
Ners Muda Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i1.6220

Abstract

Gejala umum yang sering dirasakan balita dengan bronkopneumonia adalah batuk. Intervensi keperawatan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah batuk yaitu diantaranya dengan terapi komplementer madui, karena suplementasi madu dapat mengurangi atau menurunkan frekuensi batuk pada anak yang mengalami infeksi saluran nafas dengan Bronkopneumonia di Ruang Ayyub 3 Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang.Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan menggunakan rancangan one group pre and post test yang dilakukan pada 2 responden. sebelum diberikan suplementasi madu responden 1 dan responden 2 mengalami frekuensi batuk berat yang diukur dengan menggunakan lembar observasi selama 3 hari sedangkan setelah diberikan suplementasi madu responden 1 dan responden 2  mengalami tidak batuk yang diukur dengan menggunakan lembar observasi selama 3 hari ditandai dengan responden tidak pernah mengalami batuk pada hari pertama sampai dengan hari ketiga frekuensi batuk mengalami penurunan. Efektifitas pemberian madu terhadap penurunan frekuensi batuk pada responden 1 dan responden 2 dengan bronkopneumonia sudah teratasi
Terapi Dzikir Menurunkan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Klien Diabetes Melitus Type II Nurul Jannah; Vivi Yosafianti Pohan
Ners Muda Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i3.9480

Abstract

Diabetes Melitus akan mengakibatkan berbagai komplikasi sehingga harus segera dikendalikan. Terapi dzikir dapat memberikan efek relaksasi dan ketenangan jiwa yang dapat merangsang HPA Axis untuk menurunkan produksi hormon kortisol sehingga dapat menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan studi kasus ini untuk mendapatkan gambaran penerapan terapi dzikir pada klien diabetes melitus tipe II terhadap kadar gula darah sewaktu. Desain deskriptif berupa studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Untuk pengukuran kadar gula darah sewaktu menggunakan glucotest. Terapi dzikir dilakukan pada 2 subyek studi kasus pada klien DM di RW II Wonoplumbon. Intervensi dilakukan dengan cara memfokuskan dan menenangkan pikiran kemudian membaca kalimat dzikir dengan dihayati artinya dilakukan selama kurang lebih 15 menit. Intervensi diberikan selama 3 hari dalam sehari dilakukan dua kali pada pagi dan sore hari. Penurunan rerata kadar glukosa darah pada kedua subyek studi setelah dilakukan intervensi terapi dzikir selama 3 hari yaitu sebesar 12 mg/dL. Terapi dzikir 15 menit setiap hari selama 3 hari mampu menurunkan kadar gula darah sewaktu pada klien diabetes melitus.